Marinir RI dan AS Adu Taktik Drone hingga Perang Kota di Lampung

Jakarta, IDM – Prajurit Korps Marinir Indonesia dan Amerika Serikat (USMC) saling beradu taktik tempur modern di Pesawaran, Lampung. Pasukan gabungan ini menguji skenario pertempuran, mulai dari pengintaian udara berbasis teknologi nirawak hingga pertempuran jarak dekat di darat.
Latihan bersama Platoon Exchange (Platex) 2026 ini memadukan keahlian infanteri kedua Korps Marinir. Di udara, prajurit mengoperasikan sistem pesawat nirawak berukuran kecil (small Unmanned Aerial System/sUAS) untuk melacak posisi musuh serta mempercepat pemetaan medan operasi.
Sementara di darat, pasukan menggelar simulasi pertempuran di area permukiman hingga mematangkan teknik bertahan hidup (survival) di belantara rimba. Tim medis Marinir juga mempraktikkan evakuasi darurat di bawah ancaman tembakan musuh lewat metode perawatan korban tempur (Tactical Combat Casualty Care/TCCC).
Baca Juga: 169 Prajurit Marinir RI dan AS Latihan Tempur di Lampung
Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar) Kolonel (Mar) Rana Karyana merinci menu utama dalam latihan bersama tersebut.
"Latihan difokuskan pada peningkatan kemampuan individu dan kerja sama tingkat peleton dalam mendukung pelaksanaan taktik operasi darat. Sejumlah materi latihan meliputi komunikasi taktis, integrasi pesawat udara nirawak, menembak tempur, keterampilan pengintaian, penanganan medis tempur atau TCCC, operasi di medan perkotaan, operasi dan survival hutan, serta sejumlah latihan terintegrasi," kata Rana saat dikonfirmasi Indonesia Defense Magazine, Jakarta, Jumat (14/8).

Rana menambahkan, pertukaran materi ini membuka ruang bagi prajurit untuk menyelaraskan prosedur pertempuran di lapangan.
"Melalui rangkaian latihan tersebut, prajurit Korps Marinir dan USMC saling bertukar pengetahuan, pengalaman, teknik, serta prosedur latihan untuk meningkatkan profesionalisme, kesiapan operasional, komunikasi, koordinasi, dan interoperabilitas kedua pasukan," ujarnya.
Baca Juga: Dirut PAL Sebut USV Kamikaze Berpotensi Membangun Kemampuan Teknologi Dalam Negeri
Dari kubu Amerika Serikat, Komandan Peleton 1 Kompi Alpha Batalyon 1 Resimen Marinir ke-5 USMC Letnan Satu Abigail Gutierrez menilai, latihan berdampingan ini mematangkan kesiapan tempur pasukan di kawasan Indo-Pasifik.
"Dengan pertukaran taktik dan operasi secara berdampingan, kami membangun kekuatan gabungan yang lebih siap, profesional, dan disiplin, yang mampu merespons berbagai tantangan di kawasan," tutur Abigail.
Latihan terpadu ini melibatkan 169 prajurit yang terdiri atas 109 personel Batalion Infanteri 7 Marinir dan 60 personel USMC dari Gugus Tugas Marinir Rotasi Darwin (MRF-D 26). Kegiatan yang berpusat di Markas Batalion Infanteri 7 Marinir Teluk Pandan ini berlangsung sejak 12 Agustus dan rampung pada 28 Agustus 2026 melalui simulasi misi berskala penuh.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































