Marinir Optimalkan Pengamanan Jakarta dengan Pemantauan Drone dan Latihan Huru-Hara

Jakarta, IDM - Pasukan Marinir (Pasmar) 1 melakukan dua langkah strategis dalam rangka mendukung upaya pengamanan unjuk rasa di wilayah Jakarta.
Prajurit Batalyon Komunikasi dan Elektronika (Yonkomlek) 1 Marinir diterjunkan sebagai pengawak drone untuk memantau situasi secara langsung dari udara, yang dilaksanakan di Mako Kormar, Kwitang, Jakarta, Kamis (4/9).
Komandan Yonkomlek 1 Marinir Letkol (Mar) Bernardus Yudi Ari Wibowo, menjelaskan penggunaan drone sangat efektif untuk pemantauan wilayah, memberikan data visual terkini kepada satuan komando, serta mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.
“Dengan kemampuan teknologi pengindraan jarak jauh, drone yang dioperasikan oleh prajurit Yonkomlek 1 Marinir mampu mengamati pergerakan massa, memetakan titik-titik kerawanan, dan mendukung koordinasi antarsatuan TNI–Polri,” jelasnya, dikutip dari keterangan Pasmar 1.
Baca Juga: Penerbang TNI AL Latihan Operasi Malam, Gunakan Pesawat Piper Archer DX
Menurutnya, penggunaan drone merupakan wujud kesiapan dan profesionalisme Korps Marinir dalam menghadapi tantangan keamanan di era modern.
“Penggunaan teknologi, khususnya drone, sudah menjadi bagian integral tidak hanya dalam operasi militer, tetapi juga pada tugas kemanusiaan dan pengamanan dalam negeri,” kata Bernardus.

Di tempat berbeda, prajurit Yonkomlek 1 Marinir bersama prajurit yang tergabung dalam Satuan Setingkat Batalyon (SSY) 5 juga melaksanakan latihan penindakan huru-hara di Monas, Jakarta Pusat.
Latihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan prajurit SSY 5 yang siaga di Monas dalam mengendalikan perkembangan situasi pengamanan unjuk rasa serta menanggulangi potensi gangguan keamanan dalam negeri.
Baca Juga: Oknum TNI Tembak Warga Sipil di Papua Karena Kesalahpahaman
Bernardus menegaskan, latihan penindakan huru-hara menjadi bagian dari pembinaan kemampuan prajurit dalam operasi militer selain perang (OMSP).
“Latihan ini tidak hanya mengasah keterampilan teknis seperti formasi, penggunaan tameng, dan tongkat PHH, tetapi juga melatih mental dan kesiapan emosional prajurit dalam menghadapi situasi yang menuntut ketegasan, disiplin, dan pengendalian diri,” ujarnya.
“Diharapkan melalui latihan ini, prajurit yang tergabung dalam SSY 5 semakin siap menjalankan tugas dalam mendukung keamanan wilayah Jabodetabek yang terdampak aksi unjuk rasa, serta menjaga stabilitas dan ketertiban masyarakat,” pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































