Marinir Kenalkan Persenjataan Artileri Berat kepada Ratusan Taruna AAL Tingkat I

Jakarta, IDM – Prajurit Resimen Artileri (Menart) 2 Marinir memperkenalkan persenjataan artileri berat melalui demonstrasi serangan kilat kepada ratusan taruna Akademi Angkatan Laut (AAL), di Surabaya, Selasa (3/12).
Adapun sebanyak 119 taruna AAL tingkat I angkatan ke-73 tengah melaksanakan orientasi kunjungan ke Pasmar 2. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Wakil Komandan Pasmar 2 Kolonel (Mar) Edi Prayitno.
Baca Juga: TNI Gelar Razia Telepon Genggam di Mabes Cilangkap
Komandan Menart 2 Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana, menjelaskan demonstrasi serangan kilat yang dilakukan para prajuritnya tersebut berkolaborasi dengan satuan tempur dari Brigade Infanteri (Brigif) 2 Marinir dan Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 2 Marinir.

Menurutnya, para taruna AAL harus diperkenalkan dengan berbagai kesenjataan yang dimiliki oleh TNI AL, selain kapal perang (KRI).
"Ini merupakan rangkaian kegiatan dalam pengenalan kesenjataan milik Korps Marinir kepada para taruna AAL yang saat ini melaksanakan tugas belajar," jelas Rana, dikutip dari keterangan Pasmar 2.
Baca Juga: Bantu Tingkatkan Ekonomi, Pasukan Elit TNI Borong Hasil Tani Warga
Dia melanjutkan, kegiatan demonstrasi kesenjataan artileri oleh prajurit Menart 2 Marinir memberikan gambaran teknik tempur kilat.
"Diharapkan dengan adanya demonstrasi simulasi serangan kilat ini, para taruna dapat menjadikan bahan pembelajaran nantinya, terutama kepada taruna yang nantinua masuk kejuruan Korps Marinir," pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































