Marinir Kebut Hunian Sementara bagi Korban Banjir di Tapanuli Selatan

Jakarta, IDM – Korps Marinir bergerak cepat menyiapkan lahan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Senin (5/1).
Langkah ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat melalui TNI AL untuk mempercepat pemulihan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam tersebut.
Baca Juga: Sejarah Kowal: 12 Perwira Pionir yang Membuka Jalan ke Kancah Dunia
Di lokasi, prajurit dari Batalyon Zeni (Yonzeni) 1 Marinir dikerahkan dengan kombinasi tenaga manusia dan peralatan berat. Mereka membersihkan pepohonan, puing-puing, serta meratakan tanah di area yang akan digunakan sebagai lokasi huntara agar aman dan layak dihuni.
Komandan Yonzeni 1 Marinir Letkol (Mar) Zainal, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas kemanusiaan TNI untuk membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar pembangunan huntara dapat segera dilaksanakan sehingga masyarakat bisa kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman,” ujar Zainal yang juga selaku komandan satgas pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana alam, dikutip dari keterangan Dispenal.
Kehadiran prajurit TNI AL di lokasi bencana pun mendapat apresiasi dari warga setempat. Masyarakat di Batang Toru mengaku sangat terbantu, terutama dalam kondisi darurat pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Baca Juga: Markas Yon TP 861 Wanam Merauke, Direncanakan Punya Bandara dan Diapit PSN Sawah Satu Juta Hektare
Misi kemanusiaan ini, lanjutnya, mencerminkan komitmen dan kepedulian TNI AL dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Kegiatan ini menunjukkan kesiapsiagaan prajurit dalam mendukung operasi kemanusiaan dan penanganan bencana secara cepat dan tepat sasaran, selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto serta Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, dalam memastikan kehadiran negara bagi masyarakat,” ucapnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































