HANKAM

Markas Yon TP 861 Wanam Merauke, Direncanakan Punya Bandara dan Diapit PSN Sawah Satu Juta Hektare

Calon markas Yon TP 861:Maleo Kamur
Calon markas Yon TP 861/Maleo Kamur di Wanam Merauke. (IDM/Nirmala Maulana)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI dan TNI tengah gencar membangun Batalion Teritorial Pembangunan atau Yon TP yang tersebar di pulau-pulau besar Indonesia.

Dalam upacara kehormatan militer di Pusdiklatpassus Batujajar, Bandung Barat, Jawa Barat, 10 Agustus 2025, setidaknya ada 100 Yon TP yang akan dibangun. Namun, pernyataan terbaru, TNI menargetkan membangun 150 Yon TP setiap tahun.

Salah satu yang sedang dibangun adalah Yon TP 861/Maleo Kamur di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Merauke, Papua Selatan, yang ditinjau Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin pada Jumat (2/1).

Lokasi markas Yon TP 861 ini berdekatan dengan wilayah pesisir atau tepi laut, dengan banyak rawa di sekitarnya.

Baca Juga: Unhan Kirim Kadet 2 Fakultas ke UEA, Ikuti Program Pertukaran Pelajar

Saat Indonesia Defense Magazine (IDM) berkunjung ke lokasi, Jumat (2/1), lahan yang dulunya hutan, kini diratakan untuk dijadikan markas Yon TP 861.

Rencananya, akan dibuatkan jalan membentang sepanjang 139 kilometer, dengan titik 0 berada di sekitar markas Yon TP 861.

Nantinya, markas Yon TP 861 juga diapit proyek strategis nasional (PSN) berupa program cetak sawah satu juta hektare.

Prajurit Yon TP 861
Para prajurit Yon TP 861. (IDM/Nirmala Maulana)

Dalam paparan Panglima Kodam XXIV/Mandala Trikora Mayjen Lucky Avianto kepada Menhan Sjafrie, dijelaskan pula rencana pembangunan bandara di sekitar markas Yon TP 861.

Saat ini, sudah terbangun landasan pacu sementara yang bisa didarati helikopter Caracal TNI AU.

Baca Juga: 200 Personel Satgas Kuala Dikerahkan untuk Percepatan Rehabilitasi Aceh Tamiang

Selain itu, juga dibangun pelabuhan yang menjadi pintu masuk kapal-kapal dari selatan Papua.

Menhan Sjafrie meminta para personel Yon TP 861 bersiap menjaga cadangan pangan nasional, karena wilayah di sekitar markas akan dibangun cetak sawah satu juta hektare.

Landasan pacu sementara
Landasan pacu sementara di sekitar markas Yon TP 861. (IDM/Nirmala Maulana)

“Kalian adalah pengawal kedaulatan negara di paling ujung dari wilayah kita. Nanti wilayah ini akan menjadi sumber cadangan pangan nasional,” kata Sjafrie.

“Jadi tugas kalian adalah menjaga sumber cadangan pangan nasional. Apakah kalian siap?,” ucap Menhan.

Baca Juga: Awal 2026, Lima Anggota OPM Kembali ke NKRI karena Pendekatan Humanis TNI AD

“Siap,” jawab para prajurit.

Sjafrie meminta para personel Yon TP 861 terus berlatih, khususnya menembak. Selain itu, Menhan juga meminta prajurit sesekali keluar dari markas untuk membaur dengan masyarakat.

“Kamu (kalian) tidak boleh hanya tinggal di markas, kamu harus keluar, kamu harus bersatu di kampung-kampung sama rakyat. Karena rakyat itu yang memberikan tempatnya supaya kamu bisa bermarkas. Jadi kamu harus membalas jasanya rakyat,” kata Menhan RI.

Saat ini, kekuatan Yon TP 861 yang tergelar sekitar 600 personel dengan jumlah tamtama paling banyak. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.