Marinir Jajal Sistem Baru Mortir 81 mm, Bidikan Makin Akurat

Jakarta, IDM – Prajurit Brigade Infanteri (Brigif) 2 Marinir terus mengasah kemampuan tempurnya. Kali ini, mereka menjajal teknologi terbaru sistem penembakan mortir 81 mm untuk meningkatkan akurasi bidikan.
Latihan teknis ini berlangsung di lapangan tembak Praka Marinir Handoyo, Kesatrian Marinir R. Suhadi, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (26/1).
Baca Juga: Unhan Boyong 3 Profesor Cina, Genjot Riset dan Inovasi Pertahanan
Komandan Brigif 2 Marinir, Kolonel (Mar) Aang Andy Warta, menegaskan pentingnya penguasaan teknologi alutsista modern bagi para prajurit. Ia ingin pasukannya tidak hanya jago menembak, tetapi juga mahir mengoperasikan sistem pendukung yang canggih.
"Prajurit harus memahami dan mampu mengaplikasikan sistem penembakan mortir 81 mm secara optimal. Ini penting untuk menunjang kesiapan tempur dan profesionalisme dalam menghadapi tugas operasi ke depan," tegas Aang, dikutip dari keterangan Brigif 2 Marinir.
Dalam agenda ini, Brigif 2 Marinir menggandeng PT HARIFF Pindad. Para prajurit mendapat pembekalan materi khusus soal penggunaan sistem penembakan yang dirancang untuk memudahkan proses pembidikan sasaran.
Perwakilan PT HARIFF Pindad, Budi Kristiano, menjelaskan langsung cara kerja alat tersebut. Ia memaparkan keunggulan sistem ini dalam mendongkrak efektivitas tembakan di medan laga.
Baca Juga: Sertijab TNI AD: Letkol Inf M. Aditya Prabowo Jabat Danyon 811 Kopassus
"Sistem ini membantu proses pembidikan sasaran menjadi lebih mudah, akurat, dan tepat," ujar Budi saat memberikan materi.
Para prajurit tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka menyimak penjelasan teoritis prinsip kerja sistem penembakan mortir 81 mm dan langsung mendiskusikan penerapannya di lapangan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































