HANKAM

Marinir Berlatih Pengendalian Helikopter untuk Tanggap Situasi Bencana Alam

latihan marshalling helicopter
Prajurit Menbanpur 1 Marinir melaksanakan latihan marshalling helicopter di Cilegon, Banten, Minggu (8/12). (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Prajurit Resimen Bantuan Tempur (Menbanpur) 1 Marinir melaksanakan latihan marshalling helicopter di Pantai Indah Kiat, Cilegon, Banten, Minggu (8/12).

Dikutip dari laman resmi Korps Marinir, Senin (9/12), marshalling merupakan pengendalian helikopter dengan menggunakan isyarat tangan sesuai dengan prosedur isyarat pada saat mesin dihidupkan maupun dimatikan.

Komandan Satgas (Dansatgas) Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Letkol (Mar) Zainal, mengatakan latihan marshalling helicopter bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana alam.

Baca Juga: Denjaka, Taifib, Kopaska Ikuti Latihan Operasi Dukungan Pasukan Khusus di Kepri

"Latihan ini untuk mempersiapkan prajurit menghadapi situasi darurat serta mengasah keterampilan melaksanakan operasi penyelamatan dan evakuasi menggunakan helikopter," kata Zainal yang juga sebagai Komandan Batalyon Zeni (Yonzeni) 1 Marinir, dikutip dari keterangan Pasmar 1.

latihan marshalling helicopter
(Foto: Dok. Pasmar 1)

Zainal menjelaskan kegiatan yang dimulai pada siang hari ini melibatkan berbagai unit pasukan Menbanpur 1 Marinir serta peralatan pendukung, seperti helikopter untuk mengevakuasi korban bencana dan membawa bantuan logistik ke daerah yang terdampak.

"Latihan ini bertujuan memperkuat koordinasi komando serta meningkatkan kemampuan prajurit dalam menjalankan operasi marshalling yang sering diterapkan dalam situasi bencana alam di wilayah pesisir," jelasnya.

Baca Juga: TNI Kawal 199 PMI yang Dideportasi dari Malaysia

Dia mengungkapkan, dalam bencana alam terutama di daerah pesisir, kecepatan dalam evakuasi dan pengiriman bantuan sangat penting. Oleh karena itu, latihan marshalling bertujuan memastikan prajurit kami siap beraksi dengan efektif dan tepat waktu.

Zainal melanjutkan, Pantai Indah Kiat dipilih sebagai lokasi latihan karena memiliki karakteristik geografis yang sering ditemukan pada area-area bencana alam, seperti tsunami dan banjir.

"Latihan ini juga melibatkan simulasi penyelamatan korban yang terjebak di area pesisir serta distribusi logistik ke titik-titik yang sulit dijangkau," ungkapnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.