Marinir Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat Papua

Jakarta, IDM – Prajurit Satgas Batalyon Infanteri (Yonif) 6 Marinir memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat, saat melaksanakan kegiatan patroli, di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Sabtu (8/2).
Komandan Satgas Yonif 6 Marinir Letkol (Mar) Rismanto Manurung menjelaskan, kegiatan patroli dan pelayanan kesehatan ini dilakukan secara rutin.
Baca Juga: Dukung Resolusi DK PBB, Pasukan Perdamaian Indonesia Jaga Stabilitas Keamanan Lebanon Selatan
"Tujuannya agar para prajurit satgas dapat menjalin hubungan baik dengan masyarakat Papua dan juga sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat," jelasnya, dikutip dari keterangan Pasmar 1.
Rismanto mengatakan, pelayanan kesehatan merupakan salah satu tugas tambahan Satgas Yonif 6 Marinir dalam kegiatan teritorial yang bersifat, membangun, melayani, dan mengayomi masyarakat membutuhkan bantuan.
Baca Juga: KSAD Larang Prajuritnya Terlibat Judi Daring dan Narkoba
"Pelayanan kesehatan ini merupakan kepedulian dan wujud bakti untuk masyarakat Papua dalam membantu meringankan masalah pengobatan dan sarana prasarana kesehatan yang terbatas," kata Rismanto. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































