Marinir Berbagi Kasih dengan Warga Komopa, Bagikan Obat Gratis hingga Panen Lokal Diborong

Jakarta, IDM – Prajurit satuan tugas (satgas) pengamanan perbatasan RI-PNG Mobile 2025 Batalion Infanteri (Yonif) 4 Marinir kembali menyapa warga Distrik Komopa, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Selasa (9/12). Kehadiran pasukan 'Candraca' disambut antusias masyarakat yang datang mengikuti komunikasi sosial.
Dalam kegiatan itu, prajurit melakukan pengecekan kesehatan dan memberikan obat-obatan gratis kepada warga. Setelah itu, satgas juga memborong hasil tani masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal. Anak-anak dan warga pun mendapat baju gratis yang dibagikan langsung oleh prajurit.
Baca Juga: Teknologi Perang Melesat, TNI Rumuskan Ulang Strategi Kampanye Militer dan Operasi Gabungan
Berbagai kegiatan sosial ini digelar sebagai upaya mempererat komunikasi dan membangun kepercayaan antara TNI dan masyarakat Papua.
“Prajurit Candraca sudah seperti keluarga sendiri. Mereka sering berkunjung dan membantu kegiatan di kampung,” ujar bapa Bene, salah satu warga Distrik Komopa, dikutip dari keterangan Dispen Kormar.

Sementara Komandan Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG 2025 Yonif 4 Marinir Letkol (Mar) Surya Affandy Novyanto, mengatakan program Candraca Berbagi Kasih dilakukan untuk memahami kebutuhan warga.
Baca Juga: Dari Lokasi Tragedi ke Simbol Damai, Warga Kisor Papua Resmikan Tugu Marinir Habema
“Kehadiran kami bukan untuk menakuti, tapi untuk merangkul. Kami ingin masyarakat merasa aman dan menganggap TNI sebagai bagian dari keluarga besar Papua, di Distrik Komopa,” ucapnya.
Satgas memastikan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan demi menjaga hubungan baik dengan warga perbatasan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































