HANKAM

Marinir Amerika Serikat Ajari Prajurit TNI Gunakan Drone Pengintai RQ-20A Puma

drone
Sebuah momen latihan bersama penggunaan drone pengintai RQ-20A Puma antara Personel dari USMC Reconnaisance Unit atau Marinir Amerika Serikat dan personel dari TNI di Marine Force Reconnaisance Battalion Camp Pendleton, California, Amerika. (Foto: Twitter @st_Marine_Div)

Jakarta, IDM - Personel dari United States Marines Corps (USMC) Reconnaisance Unit atau Marinir Amerika Serikat dan personel TNI terlihat berlatih bersama di Marine Force Reconnaisance Battalion Camp Pendleton, California, Amerika Serikat.

Momen ini tergambar dan diunggah oleh akun twitter resminya @st_Marine_Div, Rabu, (12/4).

Dalam latihan tersebut terlihat beberapa orang personel dari TNI tampak serius menyimak penjelasan dari beberapa personel Marinir Amerika Serikat tentang cara menggunakan drone pengintai RQ-20A Puma.

Baca Juga: TNI Gelar Bazar Menyambut Lebaran 2023

Dilansir dari Air Space Review, Kamis, (13/4) drone RQ-20A Puma adalah produk buatan perusahaan Amerika Serikat AeroVironment dan sekarang sedang digunakan Ukraina untuk melawan invasi Rusia.

Drone dilengkapi dengan empat kamera pengintai tahan air, di mana dua di antaranya mampu melakukan penglihatan di malam hari (inframerah).

drone
(Foto: Twitter @st_Marine_Div)

Drone ini juga dirancang sangat efisien dioperasikan dari tangan dan persiapan operasinya memakan waktu 10 menit saja.

Berikutnya drone ini menggunakan penggerak motor listrik, sehingga suaranya lebih halus dan elemen lainnya dapat dengan cepat diganti di lapangan.

Baca Juga: Pangkostrad: Gugurnya Serka Robertus Simbolon Demi Tegaknya NKRI

Selanjutnya drone ini dapat menerangi targetnya dengan sinar laser untuk mengarahkan senjata presisi tinggi ke target serta mampu mendarat baik di permukaan bumi maupun di atas air.

Untuk jangkauannya mencapai 60 km dan mampu bertahan di udara selama 3,5 jam dalam kondisi cuaca -29C hingga +49C.

Sementara untuk ketinggian terbang maksimumnya mencapai 3 km. Puma tetap bisa terbang dalam keadaan hujan deras sekalipun. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.