HANKAM

Marak Tambang Ilegal di Babel, TNI Gelar Latihan Komando Gabungan Libatkan Pasukan Khusus Lintas Matra

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meninjau langsung latihan penerjunan dalam Latihan Kogab TNI di Bandar Udara Depati Amir Bangka Belitung. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI menggelar Latihan Komando Gabungan (Kogab) TNI untuk meningkatkan kesiapsiagaan TNI dalam menghadapi ancaman serta memperkuat pengamanan wilayah strategis di Bandar Udara Depati Amir, Bangka Tengah, Bangka Belitung, Selasa (18/11) malam.

Latihan melibatkan kelompok depan operasi lintas udara (KDOL) dari Detasemen Matra (Denmatra) 1 Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan Brigade Infanteri (Brigif) Para Raider 18/Trisula Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad).

Para prajurit tersebut menggelar latihan terjun malam yang ditinjau langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Baca Juga: Air Staff Talks Perdana, TNI AU-Angkatan Udara China Soroti Beragam Peluang Kerja Sama

Unsur KDOL berperan memastikan keamanan drop zone (DZ), melakukan clearance awal, memantau situasi medan, cuaca, dan potensi ancaman, serta memandu penerjunan pasukan dengan tanda visual.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah memastikan bahwa untuk latihan KDOL, seluruhnya prajurit mendarat dengan aman dan sesuai rencana.

Jenderal Agus
Jenderal Agus menerima penjelasan Pangkogabwilhan I Letjen Kunto Arief Wibowo. (Foto: Dok. Puspen TNI)

“Kami terjunkan unsur-unsur dari Denmatra 1 dan juga Brigif 18. Ada total 23 penerjun, 13 dari Denmatra 1, kemudian 10 dari Brigif 18. Alhamdulillah seluruhnya berjalan lancar,” kata Freddy dalam keterangan pers.

Freddy mengatakan, latihan malam hari menuntut ketepatan tinggi sehingga hanya prajurit terpilih yang dilibatkan. Kegiatan ini juga menguji kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan satuan TNI dalam operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP).

Baca Juga: Wadankodiklat TNI Buka Latihan Koopsudnas Kosek II, Tekankan Interoperabilitas dan Penegakan Hukum

Latihan penerjunan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pengamanan ketat di Bangka Belitung menyusul maraknya tambang timah ilegal yang mencapai sekitar 1.000 titik dan menyebabkan kerugian hingga 80 persen potensi produksi nasional.

TNI menindaklanjuti instruksi tersebut dengan pengerahan unsur darat, laut, dan udara guna memperkuat legitimasi peran TNI dalam OMSP serta menutup ruang gerak aktivitas ilegal.

“Melalui latihan KDOL dan operasi terintegrasi lintas matra, TNI menegaskan komitmen negara dalam menjaga keamanan, kedaulatan, serta sumber daya strategis nasional di Bangka Belitung,” kata Kapuspen TNI. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.