HANKAM

Manuver KRI Nala dan Badik Amankan Perbatasan RI-Malaysia di Karang Unarang

KRI Nala-363
KRI Nala-363 membelah perairan Karang Unarang dalam rangka Operasi Pengamanan Perbatasan wilayah laut Indonesia–Malaysia, Rabu (15/4). (Foto: Dok. Koarmada II)

Jakarta, IDM – Dua kapal perang Koarmada II memperketat penjagaan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. KRI Nala-363 dan KRI Badik-623 melakukan manuver taktis di sektor Karang Unarang untuk menjamin kedaulatan laut dan udara RI tetap terjaga, Rabu (15/4).

Pengerahan unsur tempur ini berada di bawah kendali operasi Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada II. Selain pengawasan wilayah, kedua armada tersebut menggelar latihan kerja sama taktis untuk menguji kesiapan prajurit menghadapi berbagai dinamika ancaman di kawasan strategis.

Baca Juga: Prajurit TNI Jadi Guru Dadakan, Hadirkan Harapan bagi Anak-anak Papua

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Kolonel Laut (P) Antonius Februar, menjelaskan latihan ini melibatkan berbagai skenario tempur laut.

pesawat udara B737 TNI AU
Sebuah pesawat udara B737 TNI AU melakukan pengamatan udara terpadu (air joining procedure) tepat di atas geladak kapal perang yang mengibarkan bendera Merah Putih di perairan Karang Unarang. (Foto: Dok. Koarmada II)

"KRI Nala-363 dan KRI Badik-623 mempraktikkan prosedur pengisian logistik di laut atau replenishment at sea approach serta komunikasi lampu isyarat kilat," ujarnya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Sabtu (18/4).

Antonius menambahkan, prajurit juga mengasah ketangkasan dalam pengiriman pesan melalui bendera isyarat dan prosedur pemutusan kontak antarkapal. "Seluruh serial latihan bertujuan meningkatkan kemampuan taktis agar setiap personel sigap merespons situasi di perbatasan," tegasnya.

Baca Juga: Tinggalkan Afrika Selatan, KRI Canopus-936 Tempuh 2.328 Mil Laut ke Mauritius

Tak hanya di permukaan laut, TNI AL juga menggandeng TNI AU untuk memperkuat pengamanan udara. KRI Badik-623 melakukan latihan interoperabilitas atau kemampuan kerja sama antarangkatan dengan pesawat udara B737 milik TNI AU.

Kedua unsur tersebut memulai aksi dengan pemeriksaan komunikasi taktis dan pengamatan udara terpadu. Mereka juga mempraktikkan prosedur penggabungan unsur udara atau air joining procedure untuk memantau wilayah operasi secara menyeluruh. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.