Longsor Cisarua: 200 Marinir Cari 19 Prajurit yang Masih Hilang

Jakarta, IDM – TNI AL mempertebal kekuatan untuk mengevakuasi prajurit yang tertimbun longsor di Cisarua, Bandung Barat. Sebanyak 200 personel Marinir kini menyisir lokasi untuk mencari 19 orang yang masih hilang.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul memastikan pencarian terus berlangsung secara masif. Tim di lapangan mengombinasikan kekuatan manusia dengan teknologi canggih.
"TNI AL bersama unsur-unsur terkait sampai saat ini terus berupaya mengevakuasi korban dengan menerjunkan sebanyak 200 personel Marinir," ujar Tunggul dalam keterangannya, dikutip Selasa (27/1).
Baca Juga: Pilot Penerbang Antikapal Selam TNI AL Tembus Pendidikan Elite di Rusia
Petugas menggunakan drone thermal dan anjing pelacak untuk menembus titik-titik sulit. Hingga Senin siang, tim baru menemukan 4 prajurit dalam kondisi meninggal dunia dari total 23 orang yang terdampak.
Tunggul menegaskan, TNI AL memberikan perhatian penuh kepada keluarga korban. Pihaknya menjamin seluruh hak prajurit yang gugur akan terpenuhi tanpa hambatan.
"Kami memastikan seluruh hak almarhum dan keluarga akan dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Santunan maupun pendampingan akan terus kami berikan," tegasnya.
Baca Juga: Tiga Jet Tempur Rafale Batch-1 Tiba di Lanud Roesmin Nurjadin, Serah Terima Rampung secara Teknis
Musibah ini terjadi saat para prajurit Marinir melaksanakan latihan pratugas satuan tugas pengamanan perbatasan (satgas pamtas) RI-PNG Mobile Gobang 7, pada Sabtu (24/1). Hujan dengan intensitas tinggi memicu longsor hebat yang menyapu area latihan.
Bagi TNI AL, para prajurit yang gugur merupakan putra terbaik bangsa. Mereka menjalankan tugas hingga titik darah penghabisan.
"Dedikasi dan loyalitas para prajurit yang gugur ini merupakan wujud nyata pengorbanan TNI AL dalam menjaga keutuhan NKRI," pungkas Tunggul. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































