HANKAM

Lima Penerbang Muda TNI AU Jalani Pendidikan Transisi Pesawat Tempur F-16

Penerbang TNI AU
Lima penerbang muda TNI AU yang mengikuti pendidikan Transisi II Operational Conversion Unit (OCU) pesawat tempur F-16 Fighting Falcon. (Foto: Dok. Instagram @lanud_iswajudi)

Jakarta, IDM – Sebanyak lima penerbang muda TNI Angkatan Udara (TNI AU) menjalani pendidikan Transisi II Operational Conversion Unit (OCU) pesawat tempur F-16 Fighting Falcon.

Kelima penerbang tersebut adalah Lettu Pnb M. Hilmi Wiratama, Lettu Pnb Gregorius Bimo Ewa Dwigo, Letda Pnb M. Daffa Fakhriy, Letda Pnb Avif Agil Husein Al ‘Azis, dan Letda Pnb Adipraja Soesilo. Pendidikan mereka dibuka oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo di Hanggar Skadron Udara 14, Madiun, 3 September 2026.

Baca Juga: TNI AL Pastikan Kirim Kapal Patroli FPB dan PC-60 untuk Bencana NTT

Penerangan Lanud Iswahjudi melalui unggahan Instagram @lanud_iswahjudi, yang dikutip Senin (7/9), menyebut pendidikan tersebut menjadi tahapan penting bagi kelima penerbang untuk memperkuat kesiapan dan keterampilan dalam mengoperasikan F-16.

Dalam pembukaan pendidikan, Anjar meminta para penerbang mengikuti setiap tahapan dengan serius dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. “Hadapi setiap tantangan dengan keteguhan, pantang menyerah, serta menjadikan setiap evaluasi sebagai langkah untuk meningkatkan kemampuan,” pesannya.

Penerbang TNI AU
Dua penerbang TNI AU yang telah merampungkan pendidikan Konversi I/II. (Foto: Dok. Instagram @lanud_iswajudi)

Dalam kesempatan yang sama, Anjar juga menutup pendidikan Konversi I yang diikuti Kapten Pnb Novi Dwi Handono dan pendidikan Konversi II Kapten Pnb Adiesca Setiya Hutama Sastra.

Anjar mengingatkan, lulusnya mereka dari pendidikan konversi bukan berarti proses belajar bagi seorang penerbang tempur berhenti. Menurutnya, pengalaman dalam setiap misi dan sortie harus dimanfaatkan untuk terus mengasah kemampuan. “Keep learning!” tegas dia.

Baca Juga: TNI dan US Army Gelar Latihan Serangan Gabungan Darat, Ini Daftar Alutsista yang Dikerahkan

Ia menilai, semakin lama seorang penerbang berkecimpung di dunia fighter, semakin penting untuk tetap terbuka terhadap evaluasi dan menyadari masih ada kemampuan yang perlu dikembangkan.

“Terus asah kemampuan, tetap terbuka terhadap masukan, serta tidak merasa cukup dengan pencapaian yang telah diraih. Sikap rendah hati dan kemauan untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam membangun profesionalisme seorang fighter pilot,” pungkas Marsma TNI Anjar.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.