TNI AL Pastikan Kirim Kapal Patroli FPB dan PC-60 untuk Bencana NTT

Jakarta, IDM – TNI AL memastikan bakal mengirim kapal patroli cepat jenis Fast Patrol Boat (FPB) dan PC-60 (penjelajah cepat 60 meter) ke perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengiriman armada ber-sarat air dangkal ini buat menjawab kelangkaan kapal patroli di wilayah bencana gempa Flores.
Masalah ketiadaan kapal patroli ini terungkap saat Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) penanggulangan bencana gempa NTT bersama jajaran menteri dan pimpinan TNI-Polri.
Dalam rapat itu, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) VII Kupang Laksamana Muda TNI Joni Sudianto blak-blakan melaporkan kondisi di lapangan.
"Saat ini kami di Kodaeral VII ada dua kapal patroli, Pak, namun posisinya dua kapal tersebut ada di Surabaya. Kami mohon harapannya ada paling tidak dua kapal patroli jenis FPB yang standby di Kupang," ujar Joni kepada Prabowo.
Baca Juga: TNI dan US Army Gelar Latihan Serangan Gabungan Darat, Ini Daftar Alutsista yang Dikerahkan
Joni beralasan, perairan NTT didominasi pulau-pulau kecil dengan dermaga yang terbatas. Kapal berukuran besar justru bakal kesulitan sandar.
"Sehingga apabila terjadi sesuatu dan butuh bantuan, kita bisa gerakkan dua kapal tersebut," kata Joni.
Prabowo lantas mencecar kebutuhan armada pendarat lain untuk menembus pesisir terisolasi.
"Anda tidak perlu LCM atau LCVP? Iya kan, itu kan bisa masuk ke pulau-pulau kecil?" tanya Prabowo.
Merespons pertanyaan Prabowo, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali yang ikut rapat langsung memaparkan ketersediaan armada TNI AL yang sedang berada di perairan Manggarai. Ali menyebut ada dua kapal perang yang disiagakan, yakni kapal dok pendarat Landing Platform Dock (LPD) dan kapal pendarat tank Landing Ship Tank (LST) tipe Frosch.
"Di LPD itu ada dua LCM biasanya standby di dalam LPD. Sekarang ada KRI Semarang-594 di sana. Masih ada satu LPD, satu LST jenis Frosch di perairan Manggarai, Bapak," papar Ali.
Baca Juga: TNI AU-RSAF Bakal Gelar Latihan Manyar Indopura, Dua Chinook Mendarat di Pekanbaru
Ali menambahkan, kapal pendarat Landing Craft Mechanized (LCM) yang berada di perut LPD siap dikeluarkan kapan saja untuk mendistribusikan bantuan ke pulau-pulau kecil yang tak punya dermaga.
Prabowo yang mendengar laporan itu mengisyaratkan bakal menambah jumlah kapal LPD dan pendarat untuk TNI AL di masa depan.
"Ini catatan bagi kita, bagi TNI AL. Saya kira dari sekarang kita perlu pesan lebih banyak LCVP dan LCM karena pulau kita banyak dan kecil-kecil," tegas Prabowo.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul memastikan TNI AL sudah menyiapkan armada pengganti buat dipindah ke Kupang.
"Terkait dukungan kapal patroli untuk menjangkau pulau-pulau kecil di perairan NTT, rencananya TNI AL mendukung dengan menggerakkan kapal jenis FPB atau PC-60," kata Tunggul kepada Indonesia Defense Magazine, Senin (7/9).
Ia menjelaskan, kapal patroli berukuran sedang seperti FPB dan PC-60 jauh lebih fleksibel menyisir pulau-pulau terdampak gempa seperti Pulau Palu'e di Kabupaten Sikka, ketimbang kapal tempur besar yang rawan kandas.
Sementara untuk bantuan logistik skala besar, TNI AL menyiagakan KRI Semarang-594 yang sudah sandar di Labuan Bajo. Kapal jenis LPD ini bertindak sebagai pangkalan apung.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Bakal ke Qatar Bahas Tindak Lanjut Kerja Sama Pertahanan
KRI Semarang-594 sendiri bertolak dari Dermaga Umum Eks Presiden, Jakarta Utara, pada Jumat (21/8) dan tiba di NTT pada Minggu (23/8). Kapal ini membawa sembako, pakaian, genset, tenda, lima unit truk Fuso, serta empat mobil pikap hasil pengumpulan bantuan BNPB dan donatur.
"KRI Semarang-594 membawa dua unit Landing Craft Utility (LCU) dan dua unit Landing Craft Vehicle Personnel (LCVP)," terang Tunggul.
Kapal-kapal pendarat kecil inilah yang nantinya menyisir pantai-pantai terpencil untuk menurunkan bantuan dan mengevakuasi warga.
"Tentu saja dapat mendukung mobilitas bantuan ke pulau-pulau kecil," pungkas Tunggul.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































