Lewat Buku, Mayjen TNI Mohamad Hasan Berkisah Pengalaman Menjadi Paspampres

Jakarta, IDM - Lewat buku berjudul 'Menjaga Jokowi, Menjaga Nusantara' Mayor Jenderal (Mayjen) TNI, Mohamad Hasan yang sekarang menjabat Pangdam Jaya Jayakarta menceritakan pengalamannya menjadi Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Jokowi.
Eks Danjen Kopassus ini menulis pengalamannya ini lewat catatan hariannya di ponsel dari 5 Februari 2016 hingga 12 Januari 2018.
"Awalnya hanya cerita-cerita yang saya buat di handphone, kemudian saya kembangkan. Saya mendapatkan masukkan, kemudian disusun buku ini sedemikian rupa," terang Hasan dalam acara peluncuran bukunya ini beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Kronologi Penangkapan UH, Anggota Marinir Gadungan di Banten
Karena mengisahkan pengalamannya di seluruh Indonesia, Hasan mengatakan buku itu dibagi menjadi tiga bagian.
"Saya bagi menjadi tiga bagian, karena buku ini kan judulnya Menjaga Jokowi, Menjaga Nusantara, sehingga ceritanya berkisah tentang Indonesia semuanya mulai dari Indonesia Barat, Tengah, dan Timur," katanya.
Mantan Danjen Kopassus itu mengungkapkan, kisah-kisahnya mengawal orang nomor satu Indonesia itu, memiliki makna tersendiri dalam kehidupannya. Ia menerangkan sosok Jokowi dalam kepemimpinannya, namun sisi jenaka juga dijabarkan dari mantan Walikota Solo tersebut.
Baca Juga: Daftar Alutsista TNI AL Dikerahkan di Latgab TNI 2023, Ada Kapal Perusak Kawal Rudal
"Sebenarnya ini cerita di dalamnya memang cerita-cerita yang mungkin ada yang ringan juga karena ada yang lucu juga di dalamnya. Dan beberapa kejadian yang saya penggal sedikit untuk menceritakan momen-momen yang paling heboh lah atau agak-agak gila dikit lah dengan beliau (Jokowi)," ujarnya.
Hasan pun mencontohkan satu kisah menarik dirinya bersama Jokowi, ketika Kepala Negara itu hendak mengunjungi Wamena, Papua, dengan mengendarai motor trail. Hasan menuturkan Jokowi mengendarai motor trail tersebut dari Wamena ke Danau Habema. Ia mengatakan pengalaman itu paling menegangkan lantaran jalur perjalanan tersebut cukup rawan.
"Di situ saya tulis pengalaman yang menegangkan karena di daerah Wamena sangat rawan. Saya pun kenal siapa OPM (Organisasi Papua Merdeka) di situ, sehingga saya berpikir kok Pak Jokowi berani sekali naik motor trail di situ," jelas Hasan.
Baca Juga: Kisah Serda Ribut Juprianto, Prajurit Kopassus yang Rawat 55 ODGJ dengan Uang Sendiri
Ihwal kisah-kisah jenakanya, Hasan hanya menuturkan sedikit kisah usil Presiden Jokowi kepada rekan-rekannya sesama Paspampres.
"Di buku ini banyak kisah menarik, bahkan ada kisah jenaka juga. Semisalnya Pak Jokowi yang usil mengerjai anggota Paspampres. Jadi segmen kisah-kisah pengalaman saya bersama Pak Jokowi ini menarik untuk semua kalangan," kata Hasan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































