Lettu Laut Putri Rahayu, Prajurit Satgas Indobatt Dipercaya Latih Tentara Luar Negeri

Jakarta, IDM – Apresiasi patut diberikan untuk Lettu Laut (K/W) dr. Putri Rahayu, dokter andalan Satgas Indobatt XXIII-R dipercaya melatih tentara luar negeri yang saat ini tengah bersama-sama dengan beberapa negara dalam menjalankan misi perdamaian dunia yang berada di Lebanon Selatan.
Dilansir keterangan dari Penkostrad, Sabtu, (22/6) kegiatan ini merupakan First Aid and TCC Training yang dilaksanakan selama 3 hari bertempat di Nepal Batalion UNP 8-30. Ini merupakan pelatihan yang diikuti oleh perwakilan Nepal Batalion, Indonesia Batalion dan LAF (Lebanon Army Force) dengan puluhan peserta yang dibuka secara langsung oleh Nepbatt Commander dan ditutup secara resmi oleh DCO Sector East Kolonel Kav Nanak Yuliana.
Baca Juga: Helikopter Panther Puspenerbal Simulasi Evakuasi Medis Udara di Tiga Tempat
"Para peserta tidak hanya mendapat materi namun juga praktik langsung diantaranya manajemen fraktur, bantuan hidup dasar, manajemen luka bakar, manajemen gigitan ular dan hewan berbisa serta tatalaksana kegawatan bidang kesehatan lainnya," tulis keterangan Penkostrad.
Dijelaskan pula bersama-sama berada di bawah bendera PBB, tentunya kegiatan ini juga bermanfaat untuk menjalain silaturahmi antara negara, selain itu juga untuk menambah wawasan, sharing informasi tatalaksana di masing-masing negara.
Baca Juga: TNI AD Tetap Proses Hukum 13 Prajurit yang Aniaya Warga Sipil di Papua
"Juga menambah erat hubungan antar peacekeepers antar negara berbeda. Keabsahan pelatihan ini juga diapresiasi dengan diberikannya sertifikat pada seluruh peserta yang terlibat," tulis Penkostrad. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































