Lettu Ckm Rangga, Dokter Pertama yang Ikut Penataran Menembak Tempur dan Reaksi

Jakarta, IDM – Lettu Ckm dr. Rangga Haryo N K, dari Batalyon Kesehatan 2 Kostrad menjadi satu-satunya dokter yang mengikuti penataran pelatih menembak tempur dan reaksi lanjutan se-Angkatan Darat yang dilaksanakan di Yonmek 201 Kostrad, Gandaria, Jakarta Timur, Rabu (15/5/2024).
Dilansir keterangan dari Puspen TNI, Jumat, (17/5) penataran ini berlangsung selama 10 hari yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menembak tempur dan reaksi para prajurit.
Baca Juga: Jelang WWF Bali, Puskes TNI Cek Persiapan Alat Kesehatan KRI Radjiman
Lettu Ckm dr. Rangga Haryo N K, bersama dengan Sertu Randi, seorang Bintara Perawat Saraf dan Jiwa dari Peleton Pengobatan Kompi Rumkitlap, dipercaya untuk mewakili satuan mereka dalam pelatihan tersebut. Ini menunjukkan komitmen mereka terhadap peningkatan profesionalisme dan keterampilan militer.
"Saya harap seluruh prajurit Yonkes 2 Kostrad mengetahui seperti apa tembak tempur dan reaksi melalui ilmu yang didapat dari rekan kita selama penataran, karena modal utama untuk menjadi prajurit yang profesional adalah kemampuan dalam menembak," ujar Danyonkes 2 Kostrad, Letnan Kolonel Ckm Arif Budiman.
Baca Juga: Gelar Pertemuan Antar-pilot, Puspenerbal Bahas Prosedur Terbang Formasi Fixed Wing
Partisipasi Lettu Ckm dr. Rangga dan Sertu Randi dalam pelatihan ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi satuan mereka, meningkatkan kesiapan tempur dan menambah kemampuan taktis dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































