HANKAM

Lettu Arh Jeki Saputra, Doktor Fisika Pertama AD yang Ciptakan Alat Pendeteksi Tremor Penembak

Lettu Arh Jeki Saputra
Lettu Arh Jeki Saputra saat menerima wisudawan terbaik pada program doktoral di Universitas Brawijaya Malang. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM - Baru-baru ini salah satu prajurit terbaik Poltekad Kodiklatad, Lettu Arh Jeki Saputra yang menimba ilmu di Fakultas MIPA Jurusan Fisika, berhasil meraih IPK 3,81 dan dinobatkan sebagai wisudawan terbaik pada program doktoral di Universitas Brawijaya Malang.

Keberhasilan Lettu Jeki melalui ini melalui disertasinya berjudul “Analisis Penilaian Tingkat Tremor Tangan Penembak Berdasarkan Aspek Pengalaman dalam Latihan Menembak”.

Baca Juga: Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Pesawat Smart Aviation dengan Helikopter Caracal TNI AU

"Lettu Jeki melalui penelitian ini, ia berhasil mengembangkan sebuah prototype alat yang dapat menganalisis tingkat tremor penembak, memungkinkan evaluasi ketenangan penembak saat bernafas, dan berpotensi meningkatkan akurasi dan ketepatan sasaran dalam proses latihan menembak prajurit TNI AD," tulis keterangan Dispenad dikutip, Senin, (11/3).

Di balik pencapaiannya itu, terdapat kisah teladan perjuangan seorang prajurit Bintara TNI AD yang berasal dari keluarga kurang mampu asal pedalaman Sumatera, yang meniti karier dari bawah hingga saat ini. Dimana berbekal tekad yang kuat dan semangat pantang menyerah, ia berhasil meraih pendidikan tertinggi (Doktor Bidang Fisika), bahkan menjadi satu-satunya Doktor Bidang Fisika di TNI AD.

Baca Juga: KRI Radjiman Akan Sandar di Jakarta Pekan Ini Usai Kirim Bantuan Rakyat Palestina

"Prestasi ini diharapkan dapat membangkitkan semangat dan motivasi para prajurit TNI lainnya untuk berprestasi dan memupuk rasa percaya diri dalam membangun TNI di masa yang akan datang," jelas keterangan Dispenad. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.