HANKAM

Latsitardanus XLVI, Taruna AAU Bantu Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang

Satuan Tugas Taruna (Satgastar)
Satuan Tugas Taruna (Satgastar) Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-46 tahun 2026 yang akan membantu pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang. (Foto: Dok. Instagram @aacauid)

Jakarta, IDM - Taruna Tingkat III Akademi Angkatan Udara (AAU), yang tergabung dalam Satuan Tugas Taruna (Satgastar) Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-46 tahun 2026, siap berkontribusi dan membantu pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Sebanyak 154 Taruna AAU mengikuti kegiatan ini di bawah pimpinan Komandan Skadron Taruna Tingkat III Wing Taruna AAU Letkol Pnb Adam Hadriman, yang bertindak sebagai Dansubsatgas Elang Latsitardanus ke-XLVI.

“Melalui Latsitardanus ke-XLVI, Taruna AAU diharapkan mampu mengaplikasikan nilai-nilai kepemimpinan, memperkuat kerja sama lintas matra dan institusi, serta menumbuhkan kepedulian sosial sebagai bekal pengabdian kepada bangsa dan negara,” tulis Penerangan AAU dalam unggahan instagram @aauacid, dikutip Sabtu (24/1).

Baca Juga: Persiapan TNI AD Hadapi Tantangan Perang Elektronika

Latsitarda Nusantara XLVI/2026 merupakan kegiatan integratif serta menjadi tahapan akhir pendidikan sebelum para taruna dan kadet dilantik menjadi Perwira TNI-Polri oleh Presiden Republik Indonesia. Pada penyelenggaran tahun ini, kegiatan akan berlangsung sejak 17 Januari hingga 16 Februari 2026.

Apel penerimaan Satgastar
Apel penerimaan Satgastar Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-46 tahun 2026 di Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto: Dok. Instagram @aacauid)

Selain Taruna AAU, Satgastar Latsitardanus XLVI Tahun 2026 juga melibatkan Taruna Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Kepolisian (Akpol), perwakilan dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN).

Sebelum memulai pengabdian, mereka terlebih dahulu diterima oleh Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn) Armia Pahmi dalam Apel Penerimaan Kontingen yang digelar di Lapangan Bola Yonif 111/Karma Bhakti, Tualang Cut, Jumat (23/1).

Baca Juga: Dankodiklatau Soroti Pentingnya Latihan Angkasa Yudha bagi Kesiapan Operasional dan Profesionalisme TNI AU

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Tamiang berpesan agar para taruna berfokus pada kegiatan seperti pemulihan fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, dan perkantoran, serta sentuh hati rakyat melalui pendekatan nonfisik seperti trauma healing.

“Bangun sinergitas dan jadikan momentum ini untuk memantapkan kemanunggalan TNI, Polri, dan masyarakat. Selamat bertugas, jaga kesehatan, utamakan keamanan, dan semoga Allah SWT meridhoi pengabdian kita,” pungkas Bupati. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.