Latma DAGR 2025, Kopasgat Asah Interoperabilitas dan Kemampuan Taktis bersama US AFSOC

Jakarta, IDM – Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) mengasah interoperabilitas dan kemampuan taktis bersama United States Air Force Special Operations Command (US AFSOC) dalam latihan bersama (latma) Direct Action Ground Reconnaissance (DAGR) 2025.
Momentum yang sama juga dimanfaatkan oleh pasukan khusus kedua negara untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman, serta memperkuat profesionalisme masing-masing prajurit.
Baca Juga: Satsiber TNI Gelar Latihan Gabungan Antar-matra
Selaras dengan tujuan tersebut, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam memperkuat kerja sama internasional dan mendukung program prioritas yang dicanangkan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul serta siap menghadapi tantangan global.

TNI Angkatan Udara melalui unggahan di Instagram @militer.udara yang dikutip Senin (4/8) menjelaskan, Latma DAGR tahun ini bakal digelar selama 11 hari, sejak 1 hingga 11 Agustus 2025. Adapun para peserta latihan berasal dari Detasemen Matra 1, Detasemen Matra 2, serta Komando Batalyon (Yonko) 462 Kopasgat.
Baca Juga: Komando Operasi Khusus AS Beri Medali Kehormatan untuk Presiden Prabowo
Latihan Direct Action Ground Reconnaissance 2025 dibuka secara resmi oleh Exercise Director Mayor Pas Rommy Grestayuda di Yonko 462 Kopasgat, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Minggu (3/8).
Rommy menyoroti pentingnya disiplin serta faktor keselamatan di setiap tahapan latihan. “Latihan ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bersama yang bermakna serta adaptif terhadap dinamika operasi modern dan spektrum operasi khusus,” kata dia. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































