HANKAM

Latma Carat 2024: TNI AL Bersama US Navy-USMC Akan Gelar Operasi Pertahanan Pantai

Delegasi TNI AL bersama US Navy dan US Marine Corps
Delegasi TNI AL bersama US Navy dan US Marine Corps mematangkan konsep latma Carat 2024 di Lampung, Jumat (15/3). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM - TNI AL bersama US Navy dan US Marine Corps (USMC) akan menggelar latihan bersama Cooperation Afloat Readiness and Training (Carat) 2024, pada pertengahan Mei 2024. Nantinya, latihan dilaksanakan secara terintegrasi dengan konsep operasi pertahanan pantai atau anti-amfibi.

Dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (15/3), Carat 2024 dijadwalkan selama sepekan di sekitar Teluk Ratai dan Piabung Lampung, Batalyon 7 Marinir, Batalyon 9 Marinir serta Pusat Latihan Pertempuran 8 Marinir.

Delegasi TNI AL bersama US Navy dan US Marine Corps
(Foto: Dok. Dispenal)

Adapun, materi latihan akan meliputi proses pengambilan keputusan, pertukaran pengetahuan (Subject Matter Expert Exchange), latihan perorangan dan pertahanan pantai gabungan dengan mengintegrasikan pasukan darat, unsur laut dan udara.

Baca Juga: Bahas Sejumlah Isu Strategis, Prabowo Bertemu Menlu Selandia Baru

Sementara itu, unsur-unsur yang dilibatkan terdiri dari kapal perang, helikopter, pesawat udara, drone udara, Kopaska, Marinir, Zeni, medis, hukum, dan public affair.

Pekan ini, TNI AL bersam US Navy dan USMC tengah mematangkan konsep latihan. Delegasi kedua negara melakukan survei akhir pada 12-13 Maret dengan meninjau area latihan bersama di sekitar Teluk Ratai, seperti pelabuhan, pantai, laut, lahan darat serta fasilitas lainnya.

Delegasi TNI AL bersama US Navy dan US Marine Corps
(Foto: Dok. Dispenal)

Selanjutnya, dilanjutkan rapat akhir perencanaan latihan atau Final Planning Conference (FPC) yang dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 14-15 Maret di Sheraton Hotel Lampung.

Baca Juga: Prada Muhammad Shabilla Alhaqim, Anak Kuli Bangunan yang Jadi Prajurit TNI AD

Pemantapan konsep latihan bersama Carat 2024 diikuti oleh 37 orang delegasi TNI AL yang dipimpin oleh Paban III Lat Sopsal Mabesal Kolonel Laut (P) Daru Cahyo Sumirat didampingi Dansatkor Koarmada I, Kolonel Laut (P) Awang Bawono serta Danyonif 9 Marinir, Letkol (Mar) Fuzi Nugraha.

Sedangkan untuk Delegasi US Navy dan USMC dipimpin oleh LCDR Nicholas dengan jumlah delegasi 16 orang. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.