Latihan Posko PPRC Ditutup, Prajurit Diminta Selalu Asah Kemampuan

Jakarta, IDM - Latihan Posko Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PRRC) resmi ditutup usai digelar tiga hari, sepanjang 14-16 Juni 2023 di Gedung Sandoyo Divisi 2 Kostrad Singosari Malang. Jum’at (16/6).
Mengutip keterangan dari Dispen Koarmada II, Sabtu (17/6), penutupan agenda ini dipimpin langsung oleh Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Dankodiklat) TNI Letjen Eko Margiyono.
Baca Juga: 5.596 Personel Gabungan TNI-Polri Akan Amankan Laga Indonesia vs Argentina
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono yang kehadirannya diwakili Eko menekankan berakhirnya latihan tersebut merupakan langkah awal menyiapkan kemampuan terbaik prajurit. Sejumlah kemampuan, baik secara teknik dan taktik mesti disiapkan untuk menghadapi berbagai potensi ancaman di masa yang akan datang.
“Melalui latihan ini, para prajurit dan satuan diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik dan semakin terarah," kata Eko.
Baca Juga: Pembelian Jet Tempur F-15 Gunakan Skema FMS
Menurutnya, kemampuan prajurit perlu terus diasah hingga siap digerakkan kapan pun dan dimana pun.
"Karena kita prajurit yang hebat, prajurit yang terlatih, dan prajurit yang disiapkan dengan baik untuk menghadapi berbagai ancaman," imbuhnya. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































