Latihan Operasi Infiltrasi Kopassus dan TNI AU Tuai Pujian, Keren Bak Film

Jakarta, IDM – Latihan operasi infiltrasi prajurit Kopassus bersama penerbang TNI AU, belum lama ini menuai pujian dan komentar positif dari warganet.
Seperti terlihat dalam postingan akun instagram resmi Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, @kemhanri, Selasa, (23/7) latihan tersebut menggunakan Helikopter H225M hasil produksi PTDI dan Airbus Helicopter, Prancis.
"Adapun Helikopter H225 M yang diserahkan Menhan Prabowo kepada TNI AU beberapa waktu lalu, merupakan tindak lanjut arahan dari Presiden Jokowi untuk memperkuat dan memodernisasi TNI, serta memacu industri pertahanan dalam negeri menuju kemandirian," tulis akun @kemhanri.
Baca Juga: TNI AL Tawarkan Kursus Hidrografi hingga Pelatihan Pasukan Khusus ke Malaysia
Dijelaskan pula dalam latihan ini para prajurit Parako (prajurit komando) dalam pembinaannya terlatih untuk merebut instalasi musuh dalam waktu singkat untuk dikuasai. Para prajurit ini juga mampu melakukan penyekatan, menghambat gerak musuh.
"Dalam fungsinya mereka diitugaskan patroli jarak jauh, untuk mengintai kegiatan musuh dan menghancurkan wilayah musuh yang posisinya sangat jauh untuk selanjutnya dilaporkan ke Markas Komando," kata keterangan dalam postingan tersebut.
Dalam latihan, terlihat kolaborasi apik antara prajurit Kopassus dan penerbang TNI AU dalam sebuah operasi menyusuri hutan menyergap markas musuh. Para prajurit Kopassus terlihat lihat dan gesit menuruni Helikopter H225 M dengan gerakan senyap dan para penerbang TNI AU bersiaga membantu operasi tersebut.
Baca Juga: Tidak Lagi di Akmil, Perwira Karier Bakal Tempuh Pendidikan di Serpong
"Menyala. Seragamnya sangat bagus sesuai dengan kebutuhan infiltrasi," komentar warganet @mohammad_sujud91.
"Keren TNI, asa terus prajurit, agar tetap terlatih dan tangguh jaya di darat, laut, udara," tambah akun @irw.ry.
Sementara itu warnaget lain mengaku latihan ini seperti menyaksikan sebuah pertunjukan film dan berharap hutan di Indonesia terus terjaga karena bakal menjadi 'rumah' untuk para prajurit TNI.
Baca Juga: Seskoal: TNI AL Perlu Kembangan Konsep Perang Drone dan Pertahanan Pantai
"Keren bak film ini," tulis akun @zigaskasim.
"Selamatkan hutan sebagai rumah para 'hantu rimba'," tambah akun @jefri_herd. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































