HANKAM

Latihan Hanud Cakra C-25, Pesawat Asing Dipaksa Turun di Lanud Soewondo Medan

Simulasi force down
Simulasi force down yang menjadi bagian dari latihan kesiapan operasional dan kemampuan pertahanan udara nasional “Hanud Cakra C-25” tahun anggaran 2025 di Lanud Soewondo. (Foto: Dok. Instagram @lanudsoewondo)

Jakarta, IDM – Pesawat asing yang masuk ke wilayah udara Indonesia dipaksa untuk melakukan force down atau pendaratan paksa di Lanud Soewondo, Medan setelah TNI Angkatan Udara (TNI AU) melakukan komunikasi dan identifikasi visual.

Keberadaan pesawat asing tersebut sebelumnya terdeteksi oleh radar Kosek I Medan yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan dua pesawat tempur F-16 Fighting Falcon. Pesawat asal Skadron Udara 16 tersebut kemudian take off dari Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh untuk melakukan prosedur identifikasi serta pengamanan udara.

Baca Juga: Kadet dari 20 Negara Akan Ikut Berlayar dengan KRI Bima Suci

Situasi tersebut merupakan bagian dari skenario latihan kesiapan operasional dan kemampuan pertahanan udara nasional dengan sandi “Hanud Cakra C-25” tahun anggaran 2025 yang dipimpin langsung oleh Komandan Kosek I Medan, Marsma TNI Imam Subekti, Selasa (1/7).

Simulasi force down
(Foto: Dok. Instagram @lanudsoewondo)

Dalam praktiknya, latihan kemudian ditindaklanjuti dengan proses pengamanan dan pemeriksaan awak pesawat asing. Komandan Unsur Soewondo, Kolonel Nav Sonni Benny Simanjuntak mengerahkan pengamanan di pangkalan yang terdiri dari personel Polisi Militer dan Intelijen Lanud Soewondo, serta prajurit Batalyon Komando 469 Kopasgat.

Baca Juga: Wakasau Terima Kunjungan Athan Australia, Perkokoh Kerja Sama dan Diplomasi Pertahanan

“Sesaat setelah pesawat mendarat, personel langsung melakukan pengamanan terhadap pesawat dan awaknya. Dilaksanakan penggeledahan terhadap badan pesawat serta body check terhadap seluruh kru pesawat untuk menjamin keamanan area,” tulis Penerangan Lanud Soewondo yang dikutip dari Instagram @lanudsoewondo, Rabu (2/7).

Selanjutnya, pemeriksaan kesehatan dan dokumen, barang bawaan, serta kelengkapan administrasi dilakukan oleh sejumlah unsur terkait, mulai dari tim medis dan tim gabungan yang terdiri dari Bea Cukai, Imigrasi KNO, Otoritas Bandara serta Dinas Perhubungan Udara Wilayah II Medan. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.