HANKAM

Latgabma Keris Woomera 2026, JTAC Korpasgat Beri Dukungan Udara Pesawat Tempur TNI AU-RAAF

Personel JTAC Denmatra Korpasgat
JTAC Denmatra Korpasgat mengendalikan serta mengoordinasikan dukungan udara (Close Air Support/CAS) dalam Latgabma Keris Woomera 2026. (Foto: Dok. Instagram @korpasgat_tniau)

Jakarta, IDM – Lima personel Joint Terminal Attack Controller (JTAC) Denmatra Korpasgat menunjukan kapabilitas dalam mengendalikan serta mengoordinasikan dukungan udara (Close Air Support/CAS) pesawat tempur milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF).

Kemampuan tersebut diuji dalam rangkaian materi Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 yang berlangsung pada 10-20 Oktober 2026 di Pantai Banongan dan Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) 5 Marinir, Baluran, Situbondo, Jawa Timur.

Baca Juga: Panglima TNI Ungkap Alasan 136 Prajurit di Papua Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Di bawah pimpinan Letkol Pas Kharisma yang bertindak sebagai JTAC Planner Exercise, kelima personel JTAC terlibat dalam skenario integrasi unsur udara dengan pasukan darat dan amfibi di wilayah Pantai (beachhead) di Pantai Banongan.

Personel JTAC Denmatra Korpasgat
Personel JTAC Denmatra Korpasgat yang terlibat dalam (Close Air Support/CAS) Latgabma Keris Woomera 2026. (Foto: Dok. Instagram @korpasgat_tniau)

Dalam skenario tersebut, dukungan udara melibatkan dua pesawat EMB-314 Super Tucano dari Skadron Udara 21 TNI AU serta tiga pesawat PC-21 milik RAAF. Integrasi ini menjadi kesempatan bagi personel JTAC untuk mempraktikkan prosedur pengendalian dukungan udara sekaligus menyelaraskan koordinasi antara unsur udara dan pasukan di darat.

Baca Juga: Wakil KSAU Pastikan Sistem OMC pada Pesawat-pesawat TNI AU Siap Dukung Penanganan Karhutla

“Melalui keikutsertaan dalam latihan ini, personel JTAC Denmatra Korpasgat diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kesiapan operasional dalam mendukung operasi gabungan, sekaligus memperkuat kerja sama pertahanan antara Indonesia, Australia, dan Jepang,” tulis Penerangan Korpasgat dalam unggahan akun Instagram @korpasgat_tniau, Jumat (23/10).

Selain mengasah kemampuan teknis, latihan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat interoperabilitas atau kemampuan bekerja bersama antarpasukan dari negara peserta, termasuk kerja sama antara JTAC Korpasgat, JTAC Australian Defence Force (ADF), dan Tactical Air Control Party (TACP) RAAF.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.