HANKAM

Latgabma Keris Woomera 2024, Australia Siapkan Kapal Induk Helikopter

Richard Donald Marles dan Prabowo
(Foto: Dok. Tim Media Prabowo Subianto)

Jakarta, IDM - Australia akan menyiapkan satu kapal induk helikopter (LHD) dalam rangka latihan gabungan bersama (latgabma) Keris Woomera 2024 dengan TNI yang akan digelar pada akhir November ini.

Menteri Pertahanan Australia Richard Donald Marles mengungkapkan, Keris Woomera 2024 akan menjadi latihan bilateral terbesar antara Australia-Indonesia.

"Ada 2.000 personel dari pasukan militer Australia dan Indonesia yang akan berlatih bersama," ujar Marles usai penandatanganan Defence Cooperation Agreement (DCA) bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Akmil, Magelang, Kamis (28/8).

Baca Juga: Dampingi Panglima TNI, KSAD Tinjau Penerjunan Pasukan Jepang di Super Garuda Shield 2024

Selain itu, Marles juga mengatakan pasukan Australia dan TNI akan melakukan latihan di tiga medan tempur, yaitu udara, darat, dan laut. Dia meyakini, Keris Woomera 2024 bakal menjadi latihan terbesar yang pernah digelar oleh Australia-Indonesia.

"Ini adalah latihan paling kompleks yang akan pernah kita lihat. Latihan ini bukan hanya terbesar yang pernah dilakukan oleh kedua negara (Australia-Indonesia), tapi juga latihan terbesar yang dapat dilakukan di luar Australia," kata Marles.

Direncanakan, latihan gabungan bersama Keris Woomera 2024 akan digelar di tiga lokasi masing-masing negara, yakni di Darwin, Australia, lalu di Banyuwangi dan Pantai Banongan, Jawa Timur, Indonesia.

Baca Juga: Taruna Australia Terinspirasi dengan Disiplin dan Ketekunan Taruna Indonesia di Akmil

Adapun latihan gabungan bersama Keris Woomera 2024 ini merupakan bentuk peningkatan kerja sama militer dari hasi penandatanganan DCA bersama Kementerian Pertahanan pada hari ini.

"Ini adalah contoh dari kedua negara kita yang bekerja sama lebih erat. Ini adalah contoh bagaimana pada titik ini dalam sejarah kita, kita melihat satu sama lain mengandalkan keamanan satu sama lain dan bekerja sama lebih erat untuk mengembangkannya," ucap Marles.

Dikutip dari laman Kementerian Pertahanan Australia, latihan gabungan bersama Keris Woomera 2024 ialah salah satu pelaksanaan kegiatan regional unggulan Australia kepada 14 negara di kawasan Indo-Pasifik dalam wadah Indo Pacific Endeavour (IPE) 2024.

Baca Juga: KTT Indonesia-Afrika, 4 KRI Jaga Keamanan Selat Bali dan Lombok

IPE tersebut bertujuan untuk ebih memperkuat hubungan penting yang dimiliki Australia di kawasan Indo-Pasifik dan membangun kemitraan pemerintah secara keseluruhan di seluruh Indo-Pasifik.

Ke-14 negara yang terlibat dalam IPE 2024 ini berdasarkan hubungan diplomatik dan kerja sama pertahanan Australia, meliputi Bangladesh, Brunei Darussalam, Kamboja, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Maladewa, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.