Latgab TNI 2023: Pasukan Amfibi Marinir Rebut Daerah Musuh di Pantai Banongan

Jakarta, IDM - Puluhan kendaraan tempur Korps Marinir serta pasukannya melaksanakan pendaratan amfibi dalam manuver lapangan latihan gabungan TNI 2023 di di Pantai Banongan, Jawa Timur, Selasa (1/8).
Dilansir dari keterangan Dispenal, Rabu (2/8), pascapendaratan amfibi, dilanjutkan operasi pendaratan administratif (Opsratmin) di bawah Komando Tugas Gabungan Pendaratan Administrasi (Kogasgabratmin).
Baca Juga: Kala Prajurit Kodam XII/Tanjungpura Pamer Tubuh Kekar di Lomba Body Contest
Opsratmin dilaksanakan untuk menurunkan pasukan darat dan kendaraan tempur di daerah operasi guna operasi darat lanjutan, dan berakhir dengan dikuasainya kembali wilayah NKRI dari tangan musuh oleh para prajurit TNI.

Sehari sebelumnya, TNI AL dalam Komando Tugas Laut Gabungan (Kogaslagab) juga berhasil menembakkan empat rudal dari sejumlah KRI di wilayah Laut Jawa.
Baca Juga: Gelar Bootcamp, TNI AD Harap Generasi Muda Jadi Agen Perubahan
Keempat rudal tersebut yaitu dua rudal SSM Exocet MM40 Block 3, rudal C-802 serta rudal C-705. Keempat rudal TNI AL yang ditembakkan tepat mengenai dan menghancurkan sasaran eks KRI Slamet Riyadi. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































