Lanud Roesmin Nurjadin Mantapkan Persiapan Jelang Kedatangan Pesawat Tempur Rafale

Jakarta, IDM – Lanud Roesmin Nurjadin (RSN) Pekanbaru terus memantapkan persiapan menjelang kedatangan gelombang (batch) pertama pesawat tempur Rafale yang dijadwalkan tiba di Indonesia pada Januari 2026.
Hal tersebut terungkap dalam sesi diskusi dan paparan teknis di Lanud Roesmin Nurjadin, Rabu (2/7), yang dihadiri Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, serta tim ahli Dassault Aviation dan Thales, termasuk Flight Test Engineer, Program Manager, hingga para insinyur spesialis.
Baca Juga: Danlanud Sultan Hasanuddin Sebut Petani Ujung Tombak Pangan Nasional
Secara khusus, sesi diskusi dan paparan teknis tersebut membahas perihal kesiapan Ferry Mission serta Ground Aircraft Needs (GAN) pesawat tempur Rafale.
Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris menegaskan, kedatangan pesawat tempur Rafale merupakan tonggak penting modernisasi kekuatan udara nasional. Untuk itu, ia dan jajarannya berkomitmen untuk menjadi pangkalan TNI Angkatan Udara yang profesional, militan dan inovatif dalam mengoperasikan pesawat tempur Rafale.

“Sebagai home base pertama, Lanud RSN juga memiliki tanggung jawab besar untuk menjamin kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, dan sistem pendukung lainnya,” tegas Abdul Haris dikutip dari keterangan Penerangan Lanud RSN dalam Instagram @lanud_roesmin_nurjadin, Kamis (3/7).
Ia juga menginstruksikan kepada para pejabat di lingkungan Lanud Roesmin Nurjadin untuk memberi dukungan terhadap pelaksanaan site survey, menyajikan data yang akurat, dan merespons setiap kebutuhan teknis secara cepat. Keseluruhan hal itu dilakukan demi kesuksesan misi Ferry Mission dan pengoperasian Rafale di Indonesia.
Baca Juga: Jenderal Kopassus Resmi Jabat Pangdam Jaya Jayakarta
CEO PT Dassault Aviation Indonesia, Jerome Puech, yang turut hadir pada kesempatan diskusi tersebut turut menyampaikan optimismenya terhadap kesiapan fasilitas Lanud Roesmin Nurjadin dalam mendukung seluruh kebutuhan teknis dan operasional Rafale. Ia menyebut, seluruh proses pengadaan masih berjalan sesuai timeline.
“Kegiatan site survey hari ini adalah bagian penting dalam memastikan seluruh aspek teknis dan logistik berjalan tepat waktu, mulai dari pengiriman hingga serah terima pesawat,” ungkap Puech. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































