Lanud Abdulrachman Saleh Hadapi Ancaman Bom jadi Skenario Latihan Kesiagaan I Kodau II Sikatan Daya

Jakarta, IDM – Kepala Staf Komando Daerah TNI AU (Kaskodau) II, Marsma TNI Hermawan Widhianto bersama Danlanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara menyaksikan Latihan Kesiagaan I Kodau II Sikatan Daya, pada Rabu (3/6).
Latihan tersebut digelar untuk meningkatkan kemampuan personel dalam merespons ancaman bom pada pesawat udara.
Dikutip dari Penerangan TNI AU, Sabtu (6/6), Latihan Kesiagaan Sikatan Daya diawali dengan skenario air traffic control (ATC) Lanud Abdulrachman Saleh menerima ancaman bom terhadap pesawat Cassa 212.
Baca Juga: Prabowo Hadiahi Danpaspampres Tongkat Komando Bambu, Ini Pesannya
Setelah mendapatkan informasi tersebut, Danlanud Abdulrachman Saleh selaku Dansatgas memberikan beberapa instruksi seperti pelaksanaan pengamanan pangkalan, penanganan ancaman, serta evakuasi penumpang dan awak pesawat sesuai prosedur yang berlaku.
Setelah dipastikan mendarat dengan aman, pesawat dengan registrasi PK-ABD tersebut kemudian diarahkan menuju area isolasi untuk mengurangi risiko terhadap fasilitas pangkalan maupun aktivitas penerbangan lainnya.
Kemudian, personel Korpasgat dan Pomau segera mengamankan area sekitar pesawat, sementara tim K-9 dan penjinak bahan peledak (Jihandak) melaksanakan pemeriksaan menyeluruh. Dalam proses penyisiran, tim menemukan sebuah tas yang dicurigai sebagai sumber ancaman.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Temui Menhan Koizumi di Jepang, Bahas ToT Kapal Destroyer Asagiri ke RI
Selanjutnya, tim Jihandak melaksanakan prosedur explosive ordnance disposal (EOD) untuk mengamankan benda mencurigakan tersebut. Objek kemudian dipindahkan menggunakan drum trailer menuju area demolisi sebelum dimusnahkan sesuai standar keamanan yang berlaku.
Latihan Kesiagaan I Kodau II Sikatan Daya menjadi ajang untuk menguji kesiapan personel, efektivitas prosedur penanganan ancaman, serta koordinasi antarunsur dalam menghadapi situasi kontingensi di lingkungan pangkalan udara.
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































