Landasan Pendek tak jadi Halangan, Pesawat Casa TNI AL Mendarat di Blangkejeren Aceh Bawa Logistik

Jakarta, IDM – Landasan pacu pendek dan medan yang menantang tak menghalangi pesawat TNI AL untuk menjalankan misi kemanusiaan. Pesawat Casa NC 212-200 Aviocar berhasil mendarat di Bandara Blangkejeren, Gayo Lues, Aceh, Kamis (11/12), untuk mengantarkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Kolonel Laut (KH) Rohman Arief, menjelaskan pesawat Casa dengan nomor registrasi U-6211 itu diterbangkan sebagai bagian dari misi dorongan logistik atau pengiriman bantuan.
“Meski bandara (Blangkejeren) memiliki keterbatasan panjang landasan dan berada di wilayah pegunungan, pendaratan tetap dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penerbangan,” jelasnya, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Sabtu (13/12).
Baca Juga: Wilayah Terisolasi, Helikopter TNI AL Evakuasi Medis Anak dan Lansia di Aceh Tamiang
Medan yang tidak mudah menjadi tantangan tersendiri bagi awak pesawat. Namun, seluruh proses pendaratan hingga pengiriman logistik berjalan lancar dan aman, disambut antusias oleh warga setempat yang datang menyaksikan langsung kedatangan pesawat.
Kepala Bandara Blangkejeren, Iwan, menyampaikan apresiasi atas keberanian dan kesiapan TNI AL mendarat di bandara tersebut. Ia menyebut pendaratan pesawat Casa TNI AL menjadi yang pertama di Blangkejeren dan menjadi momen tersendiri bagi masyarakat.
“Ini pertama kalinya pesawat Casa mendarat di Bandara Blangkejeren. Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan dan keberanian TNI AL membantu masyarakat Gayo Lues,” ujar Iwan.
Terpisah, Komandan Puspenerbal Laksda TNI Bayu Alisyahbana juga menyampaikan apresiasi kepada awak pesawat atas pelaksanaan misi kemanusiaan tersebut. Ia menilai tantangan yang dihadapi saat ini berbeda dengan masa tugasnya dulu di Aceh.
Baca Juga: 5 Mantan Anggota OPM Ikrar Kembali ke NKRI, Langsung Disambut Ratusan Warga
“Dulu tantangannya ancaman keamanan, sekarang tantangannya medan yang sulit pascabencana,” kata Bayu.
Bayu mengingatkan seluruh awak untuk tetap menjadikan keselamatan sebagai pedoman utama dalam setiap tugas. Menurutnya, keberanian mengambil keputusan harus dibarengi dengan perhitungan matang dan doa demi kelancaran serta keselamatan.
Ia menambahkan, kerja keras para awak pesawat dalam membantu masyarakat terdampak bencana merupakan bentuk pengabdian yang patut dibanggakan. Dedikasi tersebut dinilai sebagai wujud komitmen penerbangan TNI AL dalam menjalankan misi kemanusiaan di berbagai wilayah Indonesia. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































