Lanal Sabang Tangani 57 Imigran Rohingya yang Terdampar di Aceh

Jakarta, IDM - Pangkalan TNI AL (Lanal) Sabang menangani 57 laki-laki imigran Rohingya yang terdampar di pesisir Pantai Ladong, Aceh Besar, Minggu (25/12).
Informasi yang diperoleh, kapal bernama FB Tarikul Islam 2 mengangkut puluhan imigran asal suku Rohingya Myanmar yang hendak menuju Malaysia.
"Di tengah perjalanan, mesin kapal rusak dan dilanda cuaca buruk sehingga imigran tersebut terdampar di Pesisir Desa Ladong," ujar Danlanal Sabang Kolonel Laut (P) Ali Setiandy, dikutip dari laman TNI AL, Senin (26/12).
Ali mengungkapkan, dua di antara imigran Rohingya tersebut menderita sakit dan langsung dibawa ke Puskesmas Mesjid Raya Banda Aceh untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Selanjutnya, Sekda Aceh Besar dan Dir Polairud Banda Aceh menyerahkan 57 imigran Rohingya ke Dinas Sosial (Dinsos) Aceh sebagai tempat penampungan sementara, selagi menunggu perintah lebih lanjut dari imigrasi dan pemerintah daerah Aceh Besar.
"Untuk pengamanan lokasi dan imigran dilaksanakan Lanal Sabang, Polsek Krueng Raya dan Brimob Polda Banda Aceh," kata Ali.
Baca: Kapal Rumah Sakit dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 Sukses Uji Pelayaran
Ia pun turut memberikan apresiasi kepada prajurit Lanal Sabang atas kesigapan anak buahnya dalam menangani imigran Rohingya di Aceh Besar. "Laksanakan koordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan lanjutan, dan laksanakan pengamanan sesuai protap yang berlaku," pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































