Lanal Pulau Rote Jemput 12 Nelayan Terdampar di Perbatasan Perairan Indonesia-Australia

Jakarta, IDM - Pangkalan TNI AL (Lanal) Pulau Rote menjemput 12 nelayan KM Tanjung Jaya 03 dan Marisa Indah yang sebelumnya tenggelam diterpa badai, pada Jumat (19/5) lalu, di perbatasan perairan Indonesia-Australia.
Dikutip dari keterangan Dispenal, Kamis (25/5), sebelumnya dua kapal nelayan tersebut terkena cuaca buruk hingga KM Marisa Indah dengan empat anak buah kapal (ABK) terdampar dan KM Tanjung Jaya 03 dengan delapan ABK karam di dekat Tanjung Bougenville, Australia.
Baca Juga: Mengenal Sertu Munir Prajurit Raider Diganjar Penghargaan Babinsa Terbaik
Kemudian, mereka ditemukan oleh Australian Border Force (ABF) dan dievakuasi HMAS ADV Cape Otway-314. JRCC Australia atas nama pemerintah Australia meminta pertemuan dan ekspatriasi ke-12 nelayan tersebut dengan kapal KN Pulau Nipah (Bakamla RI) di perairan perbatasan Indonesia-Australia.
Selanjutnya, ke-12 nelayan dijemput oleh tim Lanal Pulau Rote, dipimpin oleh Letda Lamek untuk menuju Perairan Papela, Rote Timur. Saat tiba, ke-12 nelayan disambut oleh Danlanal Pulau Rote Letkol (Mar) Nikodemus Balla. Lalu, mereka menuju Pos TNI AL Papela untuk diberikan pengarahan dan pengecekan kesehatan.
Baca Juga: KSAL Bahas Kerja Sama Pertahanan dengan Tiga Pimpinan AL Negara Sahabat
"Saya mengimbau agar masyarakat nelayan untuk tidak melaut, apabila sedang terjadi cuaca buruk," ujar Nikodemus. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































