Lanal Banten Sita Ribuan Lembar Uang Palsu Pecahan Rp10.000

Jakarta, IDM - Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten berhasil menyita 6.600 lembar uang palsu pecahan Rp10.000 di kapal motor penyeberangan (KMP) Royce I saat melaksanakan pelayaran di perairan Selat Sunda, Minggu (21/1).
Petugas Lanal Banten menangkap MI (36), pascadiketahui bertransaksi menggunakan uang palsu kepada salah satu pedagang di KMP Royce I pada saat kapal sedang dari Merak, Banten menuju Bakauheni, Lampung.

Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Dedi Komarudin, mengatakan terduga ditangkap petugas Lanal Banten yang tengah melaksanakan pengamanan kawasan Obyek Vital Nasional di pelabuhan Merak pada masa libur Imlek.
"Selanjutnya, tim melakukan pengamanan, pemeriksaan dan penggeledahan tas terduga dan menemukan uang palsu pecahan Rp10.000 sejumlah 6.600 lembar," ungkapnya dikutip dari keterangan Dispenal, Selasa (24/1).
Baca: Lanal Tahuna Adakan Karya Bakti di Pulau Terluar Utara Indonesia
Sementara itu, untuk mendalami peredaran uang palsu, Lanal Banten menyerahkan terduga pengedar uang palsu kepada Polres Cilegon untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































