HANKAM

Laksda Ariantyo Jadi Danseskoal, Jabatan Pangkoarmada II Digantikan Laksda Alit Jaya

Pangkoarmada II Laksda Ariantyo Condrowibowo.
Pangkoarmada II Laksda Ariantyo Condrowibowo. (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – Jabatan Pangkoarmada II yang dipimpin oleh Laksda Ariantyo Condrowibowo, akan digantikan oleh Laksda I Gung Putu Alit Jaya. Hal ini berdasarkan surat keputusan rotasi dan mutasi posisi strategis terhadap 65 perwira tinggi TNI oleh Panglima Jenderal Agus Subiyanto, per 31 Januari 2025.

"Rotasi dan mutasi ini telah ditetapkan oleh Panglima TNI, sebanyak 65 perwira tinggi dari TNI AD (30); TNI AL (24); dan TNI AU (11)" ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Hariyanto dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (11/2).

Dalam surat tersebut, Laksda Ariantyo bakal menempati jabatan baru sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Danseskoal). Sementara posisi Pangkoarmada II digantikan oleh Laksda Alidjaya yang sebelumnya menjabat Wakil Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AL (Wadan Kodiklatal). Kemudian, Wadan Kodiklatal akan dijabat oleh Laksda Fauzi dari Danseskoal.

Baca Juga: Belasan Pati TNI AU Dirotasi dan Dimutasi, Salah Satunya Wadan Kopasgat

Adapun Laksda Ariantyo mulai menjabat sebagai Pangkoarmada II, sejak serah terima jabatan dengan Laksdya Denih Hendrata, di Surabaya, Jawa Timur, pada Maret 2024 lalu. Saat itu, Denih naik sebagai Pangkoarmada RI yang bermarkas di Jakarta.

Sebelum menjadi Pangkoarmada II, Laksda Ariantyo yang merupakan alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) ke-37 tahun 1991 ini, menjabat sebagai staf ahli Panglima TNI tingkat III bidang politik dan keamanan nasional.

Kemudian, Laksda Alit Jaya yang bakal menjadi Pangkoarmada II, sebelumnya menjabat Wadan Kodiklatal sejak November 2024 lalu, menggantikan Laksda Eko Wahjono yang ditugaskan sebagai Kepala Staf Koarmada (Kaskoarmada) RI.

Baca Juga: Awal 2025, Panglima Mutasi 24 Jabatan Pati TNI AL

Laksda Alit Jaya yang merupakan AAL ke-41 tahun 1995 pernah menempati sejumlah jabatan strategis, di antaranya Komandan KRI Yos Sudarso-353 (2012); Komandan Satkat Koarmabar (2017); Asops Pangkoarmada I (2020); Komandan Guskamla Koarmada II (2021); Asrena Pangkoarmada RI (2022); dan Kadisopslatal (2023).

Sedangkan Laksda Fauzi yang akan ditugaskan sebagai Wadan Kodiklatal, sebelumnya menjabat Danseskoal sejak Maret 2024 lalu, menggantikan Laksda Yoos Suryono Hadi yang menjadi Pangkoarmada I di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Laksda Fauzi yang merupakan alumni AAL ke-37 tahun 1991 ini, pernah menempati sejumlah jabatan, di antaranya Dansatban Koarmabar (2011): Asops Lantamal IV (2013); Dankolat Koarmada I; Pamen Koarmada I Pendidikan Lemhannas (2020); Kasguspurla Koarmada II (2020); Paban PM dan PPM Ditjianbang Akademi TNI (2021); Danlantamal XIII (2022); Kapusjianmar Seskoal (2023); Wadanseskoal (2023-2024); dan Danseskoal (2024-2025). (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.