Kunker Wapres di Nabire, Pangdam Cenderawasih Dukung Percepatan Pembangunan Papua Tengah

Jakarta, IDM – Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang bersama jajaran Forkopimda Papua Tengah menyambut kedatangan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda strategis pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan memperkuat pelayanan publik di wilayah Papua Tengah.
Penyambutan dilakukan di Bandara Douw Aturure Nabire, yang menjadi titik awal rangkaian kunjungan kerja Wapres di Papua Tengah.
Kehadiran Wapres Gibran disambut langsung oleh unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, dan pejabat terkait sebagai wujud sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengawal pembangunan di Tanah Papua.
Baca Juga: Menhan: Kita Butuh 514 Yon TP untuk Jaga Seluruh Kabupaten-Kota
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menegaskan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan Wakil Presiden, khususnya dalam aspek pengamanan agar agenda kenegaraan berjalan aman dan lancar.
“Kodam XVII/Cenderawasih mendukung penuh kelancaran kunjungan kerja Wakil Presiden di Papua Tengah dengan menjamin keamanan seluruh rangkaian kegiatan. Kunjungan ini merupakan wujud perhatian pemerintah dalam mempercepat pembangunan wilayah,” ujar Febriel.
Setibanya di Nabire, Wapres Gibran menerima paparan dari pengelola Bandara Douw Aturure mengenai rencana pengembangan fasilitas bandara.
Penjelasan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Penerbangan pada Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah, Samuel Ricky Rantelimbong, didampingi Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa.
Baca Juga: Panglima TNI ke Ketua DPRD Seluruh Indonesia: Silakan Prajurit Diajak Bangun Wilayah Bapak/Ibu
Peninjauan langsung terhadap kondisi bandara tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan infrastruktur transportasi udara sebagai salah satu penopang utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Papua Tengah.
Usai dari bandara, rombongan Wakil Presiden melanjutkan agenda ke Pelabuhan Nabire.
Di lokasi itu, Wapres menerima pemaparan dari Kepala Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan Kelas II Nabire, Ewanggen Kokoya, mengenai rencana pengembangan dermaga pelabuhan guna mendukung konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kunjungan kemudian berlanjut ke kawasan pusat pemerintahan Papua Tengah di Distrik Wanggar, di mana Wapres meninjau pembangunan rumah susun ASN.
Baca Juga: TNI AL Gelar Pasukan Latopslagab 2026, Pangkoarmada RI: Latihan Serasa Perang Sungguhan!
Fasilitas hunian tersebut diproyeksikan untuk meningkatkan kesejahteraan aparatur sipil negara sekaligus mendukung efektivitas pelayanan publik di pusat pemerintahan provinsi baru tersebut.
Kunjungan Wakil Presiden ke Nabire menunjukkan komitmen pemerintah pusat untuk memastikan pembangunan di Papua Tengah berjalan sesuai target, terutama pada sektor infrastruktur strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Setelah menyelesaikan agenda di Nabire, Wakil Presiden bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Timika untuk meneruskan rangkaian kunjungan kerja di wilayah Papua Tengah. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































