Kunker ke Kupang, KSAU Pastikan TNI AU Akan Dilengkapi Radar Baru

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) dipastikan akan dilengkapi dengan beberapa radar baru untuk mendukung pelaksanaan tugasnya dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Satuan Radar (Satrad) 226 Buraen, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (19/3).
Dikatakan Fadjar penggantian radar baru memang menjadi prioritas untuk dilakukan di beberapa tempat di Indonesia, sehingga nantinya seluruh wilayah udara negeri ini dapat terlindungi (tercover) dan terintegrasi.
Baca Juga: Kunjungi Korban Gempa Cianjur, KSAL Pantau Dapur Umum Hingga Bermain dengan Anak-anak
"Dalam Renstra 2024, TNI AU, akan mengganti beberapa radar baru yang sedang proses di Kementerian Pertahanan," ungkap KSAU.
Sementara itu, membahas tentang Satrad 226, Fadjar menjelaskan jika satuan ini memiliki peran penting. Pasalnya, Satrad 226 Buraen merupakan radar early warning dan GCI yang dapat mengontrol serta mengarahkan pesawat tempur untuk menuju sasaran.

Meskipun usianya sudah tua, namun radar ini masih mampu beroperasi dengan baik berkat kerja keras seluruh anggota di Satrad 226.
Untuk itu, KSAU mengapresiasi kinerja dan pengabdian para prajurit TNI AU yang berdinas di satuan radar ini.
"Apresiasi tinggi kepada para prajurit yang berdinas di Satrad 226 Buraen. Berkat kerja keras anggota yang berdinas di sini dalam merawat dan mengoperasionalkan alutsista, kita terus akan mengawasi dan mengamankan wilayah udara, khususnya di selatan Indonesia yang berbatasan dengan negara tetangga," ujar KSAU.
Baca Juga: KSAL Pastikan Kapal Pemburu Ranjau Segera Perkuat TNI AL
Dikutip dari keterangan Dispenau, Senin (20/3), selain melakukan kunjungan ke Satrad 226, KSAU dalam agenda kunkernya juga dijadwalkan mengunjungi Mako Lanud El Tari.
Pada kesempatan yang sama, kunker ini dilakukan dalam rangka pencanangan stunting nasional, yang akan dilaksanakan secara kolaboratif dengan BKKBN dan Pemda NTT.
Selanjutnya, Fadjar beserta rombongan akan meninjau pelaksanaan bakti sosial kesehatan jelang HUT ke-77 TNI AU di aula kantor Gubernur NTT. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































