HANKAM

Kunker ke Galangan Kapal di Batam, Menhan Sjafrie Tinjau Pembangunan Kapal OPV-3

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin beserta jajaran meninjau galangan kapal di Batam. (Foto: Dok. Biro Humas dan Infohan Kemhan RI)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke dua galangan kapal nasional di Batam, yakni PT Palindo Marine Shipyard dan PT Batamec Shipyard, pada Selasa (17/3).

Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau perkembangan industri galangan kapal dalam negeri dan memastikan kemajuan proyek strategis pertahanan maritim.

Di PT Palindo Marine Shipyard, Menhan Sjafrie meninjau pengembangan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 dan pembangunan kapal serang ringan yang mendukung kebutuhan operasional TNI Angkatan Laut.

Baca Juga: Manuver Formasi hingga Pertahanan Udara, Begini Aksi 3 KRI Jaga Perbatasan di Blok Ambalat

Sjafrie juga menyoroti kontribusi Palindo dalam pengembangan industri pertahanan melalui skema Industrial Development, Knowledge & Local Offset (IDKLO), termasuk kerja sama internasional dalam pembangunan kapal bantu hydro-oceanography dan program transfer teknologi.

“Hal ini dinilai sebagai langkah penting dalam meningkatkan penguasaan teknologi nasional dan memperkuat ekosistem industri pertahanan dalam negeri,” tulis siaran pers Biro Humas dan Informasi Pertahanan Kemhan RI, Kamis (19/3).

PT Batamec Shipyard
PT Batamec Shipyard saat ini tengah mengerjakan proyek pembangunan Offshore Patrol Vessel (OPV-3) untuk Kemhan RI. (Foto: Dok. Biro Humas dan Infohan Kemhan RI)

Selanjutnya, kunjungan dilanjutkan ke PT Batamec Shipyard yang saat ini tengah mengerjakan proyek pembangunan Offshore Patrol Vessel (OPV-3) untuk Kemhan RI.

OPV-3 dirancang dengan spesifikasi modern, dilengkapi sistem radar, sensor, dan combat management system guna mendukung operasi patroli dan pengawasan wilayah laut nasional.

Baca Juga: TNI AL Dukung Puspom Usut Prajuritnya yang Diduga Terlibat Kasus Air Keras

“Penguatan industri galangan kapal nasional harus terus didorong sebagai bagian dari strategi besar pembangunan kekuatan pertahanan berbasis kemandirian. Sinergi antara pemerintah, industri, dan TNI menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan pembangunan alutsista dalam negeri,” kata Sjafrie.

Kemhan ingin memastikan bahwa setiap program pengadaan alutsista tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga memberikan dampak berlipat bagi perekonomian nasional atau multiplier effect.

Dampak tersebut mencakup penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas industri, serta penguatan sektor maritim sebagai bagian dari kepentingan strategis nasional. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.