HANKAM

Manuver Formasi hingga Pertahanan Udara, Begini Aksi 3 KRI Jaga Perbatasan di Blok Ambalat

KRI Tombak-629
KRI Tombak-629 melaksanakan manuver formasi dalam latihan kerja sama taktis di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia, sektor Karang Unarang, Blok Ambalat, Selasa (17/3). (Foto: Dok. Koarmada II)

Jakarta, IDM – Sejumlah unsur TNI AL di bawah kendali operasi Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada II menggelar latihan kerja sama taktis di sektor perbatasan Indonesia-Malaysia. Latihan tempur ini berfokus di perairan Karang Unarang, Blok Ambalat, Selasa (17/3) untuk mempertebal pengamanan wilayah kedaulatan.

TNI AL mengerahkan kekuatan gabungan berupa tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dan satu unit pesawat udara Cassa U-6215. Ketiga kapal perang tersebut adalah KRI Karel Satsuit Tubun-356, KRI Tombak-629, dan KRI Pulau Raas-722.

Baca Juga: TNI AL Dukung Puspom Usut Prajuritnya yang Diduga Terlibat Kasus Air Keras

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Kolonel Laut (P) Antonius Februar menjelaskan, latihan ini merupakan bagian dari pengamanan rutin namun dengan intensitas tinggi. Seluruh unsur melaksanakan berbagai serial latihan taktis di laut, mulai dari manuver formasi hingga komunikasi isyarat bendera (flaghoist).

"Rangkaian latihan kami awali dengan pengecekan komunikasi intensif antar unsur laut maupun udara. Ini krusial untuk memastikan koordinasi berjalan sempurna saat operasi di lapangan," jelas Antonius, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Kamis (19/3).

Dalam skenario latihan di Blok Ambalat tersebut, KRI Karel Satsuit Tubun-356 sukses melakukan prosedur Air Joining Procedure, yakni langkah teknis untuk mengidentifikasi dan mengendalikan pesawat udara yang masuk ke wilayah operasi maritim agar tidak terjadi salah sasaran. Pesawat Cassa kemudian melaksanakan misi pengamatan udara dan berperan sebagai simulasi musuh dalam latihan Air Defense Exercise atau pertahanan udara.

Mengenal Karang Unarang di "Titik Panas" Ambalat

Pemilihan lokasi di Karang Unarang bukan tanpa alasan. Karang Unarang merupakan titik krusial di Blok Ambalat, Laut Sulawesi, yang memiliki nilai strategis luar biasa bagi kedaulatan Indonesia. Secara fisik, Karang Unarang hanyalah tumpukan karang yang muncul saat air laut surut, namun perairan di sekitarnya menyimpan potensi minyak dan gas yang melimpah.

Blok Ambalat sendiri pernah menjadi pemicu ketegangan diplomatik antara Indonesia dan Malaysia pada medio 2005 dan 2009. Kehadiran suar permanen dan patroli rutin TNI AL di Karang Unarang menjadi penegas bahwa wilayah tersebut mutlak milik Indonesia.

Baca Juga: TNI AL Buka Suara Terkait Dugaan Prajuritnya Siram Air Keras

Antonius menambahkan, latihan yang berlangsung aman di bawah komando Komandan Guspurla Koarmada II Laksma Endra Hartono ini merupakan wujud nyata perintah Panglima Koarmada II Laksda I Gung Putu Alit Jaya untuk terus meningkatkan profesionalisme prajurit di garda terdepan.

"Pangkoarmada II menginstruksikan seluruh unsur operasional agar selalu dalam kondisi siap siaga. Hal ini penting untuk mendukung pelaksanaan operasi pengamanan perbatasan RI-Malaysia di sektor Karang Unarang yang memiliki nilai sejarah dan kedaulatan yang sangat tinggi bagi Indonesia," pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.