HANKAM

Kunjungi Makassar KSAD Serahkan 20 Unit Rumdis ke Kodim 1414/Tator

Jenderal TNI Dudung Abdurachman
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman bersama Walikota Makassar H. Mohammad Ramadhan Pomanto. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menyerahkan bantuan 20 unit rumah dinas (Rumdis) type 36 kepada Kodim 1414/Tator melalui video conference saat melakukan kunjungan ke Walikota Makassar H. Mohammad Ramadhan Pomanto di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, (11/1).

KSAD menyampaikan ucapan selamat atas bantuan perumahan yang merupakan hibah dari PT. Dallena Pakaraya Vivelva tersebut, dan berpesan untuk tetap sinergi serta membantu Pemerintah Daerah, Kepolisian dan komponen bangsa lainnya dalam menjaga kondisi kondusif di wilayah.

“Mudah-mudahan perumahan ini bermanfaat bagi anggota disana. Jangan lupa penekanan saya, bahwa prajurit TNI AD (Kodim 1414/Tator) harus dicintai masyarakat, dan akan lebih hebat lagi apabila anggota Kodim Tator mencintai masyarakat,” ucapnya.

Selain menyerahkan puluhan Rumdis tersebut, dalam kunjungannya ini Kasad juga menyerahkan bantuan sosial kepada penerima manfaat seperti tukang becak, anak-anak jalanan, anak terdampak stunting, dan para korban banjir yang melanda Kota Makassar pada November dan Desember 2022 yang lalu, juga meninjau stand UMKM.

Terkait kunjungannya, selain bersilaturahmi dengan Forkopimda dan masyarakat di Makassar, juga untuk mengecek langsung implementasi perintah harian KSAD yang dilakukan satuan jajaran Kodam XIV/Hasanuddin untuk membantu pemerintah daerah dalam mengatasi kesulitan masyarakat.

“Saya cek langsung ke Bapak Walikota, keterlibatan TNI AD dalam membantu pemerintah dengan program-program unggulan seperti penangganan stunting, manunggal air bersih, Babinsa masuk dapur dan food estate sudah maksimal,” kata KSAD.

KSAD yang juga pernah berdinas di Kota Makassar, merasa yakin dengan sinergi yang kokoh antara TNI dengan seluruh komponen bangsa dan ditambah sikap masyarakat Makassar yang ramah dan petarung bahwa program-program pemerintah dalam membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dapat dilaksanakan dengan baik di Makassar.

Baca: KSAU kepada 37 Penerbang Baru TNI AU: Pegang Teguh Prinsip Airmanship

Sementara itu, Walikota Makassar menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI AD yang selama ini telah bahu membahu bersama pemerintah kota Makassar dan komponen bangsa lainnya dalam mengatasi berbagai kesulitan seperti penanganan pandemi Covid-19 dan bencana alam serta pengendalian laju inflasi.

“Terima kasih Bapak Jenderal atas kehadirannya di Kota Makassar. Kami (Pemerintah Kota Makassar) beserta masyarakat siap bersama TNI Angkatan Darat melaksanakan program-program untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Makassar,” tutupnya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.