HANKAM

Kunjungan Dubes UEA, Panglima TNI Tegaskan Kerja Sama Perbaikan Alutsista

Kunjungan Dubes UEA, Panglima TNI Tegaskan Kerja Sama Perbaikan Alutsista
Dok: YouTube TNI

Jakarta, IDM - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan kerja sama teknisi dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk perbaikan dan perawatan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Pernyataan tersebut diungkapkan Andika saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdullah Salem Obaid Salem Al Dhaheri di Jakarta, Selasa (11/10).

Dikutip dari YouTube Puspen TNI, Rabu (12/10), kunjungan ini menjadi representasi eratnya hubungan bilateral antara UEA dan Indonesia. Kerja sama kedua negara tersebut akan terus dikembangkan di berbagai sektor, terutama di sektor pertahanan.

Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan perjanjian dua kerja sama Kementerian Pertahanan sebagai bentuk komitmen kerja sama yang lebih baik.

Dalam kesempatan pertemuan itu, Abdullah menyebut UEA dan Indonesia memiliki hubungan yang kuat di berbagai sektor. Dia pun mengaku tak merasa asing berada di Indonesia, melainkan seperti rumah bagi dirinya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.