KSAU Ungkap Pesawat A400M TNI AU Bakal Ditempatkan di Skadron Udara 31

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengungkapkan bahwa pesawat angkut strategis A400M, yang bakal memperkokoh kekuatan TNI Angkatan Udara (TNI AU), rencananya akan ditempatkan di Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Hal tersebut disampaikan KSAU dalam keterangan persnya usai membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU yang digelar di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Senin (3/2).
"Sementara, kita alokasikan (pesawat A400M) di Lanud Halim Perdanakusuma, di bawah Skadron Udara 31, karena memang tugas dari Skadron Udara 31 adalah angkut berat," jelas Tonny.
Baca Juga: Ini Alasannya TNI Rekrut Personel Sipil Jadi Prajurit Siber
Lebih lanjut, ia mengatakan, unit pertama A400M pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI akan tiba di Indonesia pada November 2025, sementara satu unit lainnya menyusul dikirim ke Indonesia pada 2026.
KSAU menjelaskan, TNI AU nantinya juga akan melaksanakan tahap IOC atau Initial Operational Capability untuk mengkaji lebih lanjut bagaimana penggunaan pesawat A400M.
"Yang pasti pesawat itu (A400M) masuk dalam kategori angkut berat strategis. Jadi, tidak setiap saat (pesawat) melaksanakan penerbangan rutin. Kalau memang nanti (misi/operasi) sifatnya strategis, sifatnya besar, itu bisa menggunakan pesawat A400M," sambung Tonny.

TNI AU, lanjut KSAU, juga telah melakukan sejumlah persiapan jelang hadirnya pesawat A400M, mulai dari persiapan personel, software (perangkat lunak), hingga infrastruktur pendukung lainnya.
"Untuk sarana prasarana, di Halim sudah mulai direnovasi gedung gudang logistiknya. Hanggar, sementara kita gunakan bekas Mako Wing 1. Nanti, kalau memang ada anggaran untuk pembuatan hanggar, TNI Angkatan Udara akan menyiapkan hanggar tersendiri karena cukup besar hanggarnya, pesawatnya cukup besar," pungkas Tonny.
Baca Juga: Prajurit Taifib Marinir Ikuti Kaderisasi Pelatih untuk Pimpin Pasukan Satgas
Sebelumnya, Airbus Defence, pabrikan asal Prancis mengungkapkan bahwa unit pertama pesawat angkut militer A400M untuk TNI AU tengah memasuki tahap perakitan akhir atau Final Assembly Line (FAL) di Seville, Spanyol dan dijadwalkan untuk dikirim ke Indonesia pada akhir tahun 2025.
“Pesawat Airbus A400M pertama untuk Angkatan Udara Indonesia telah memasuki tahap perakitan akhir di Seville, menandai tonggak penting dalam produksi pesawat tanker dan transportasi multi-peran ini sebelum pengiriman pada akhir 2025,” tulis Airbus Defence dalam akun X resmi mereka @AirbusDefence yang dikutip Senin (3/1).
Secara total, Kementerian Pertahanan pada tahun 2021 telah memesan dua unit pesawat Airbus A400M yang diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas operasional TNI AU secara signifikan, serta mendukung berbagai misi strategis dan taktis. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































