HANKAM

Ini Alasannya TNI Rekrut Personel Sipil Jadi Prajurit Siber

Ilustrasi prajurit TNI.
Ilustrasi prajurit TNI. (Foto: IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Hariyanto mengungkapkan alasan TNI akan merekrut warga sipil menjadi prajurit siber. Hal ini menjawab keinginan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang mengatakan merekrut warga sipil yang memiliki kemampuan siber lebih mudah dibandingkan harus melatih kemampuan siber kepada tentara.

Menurut Hariyanto perekrutan ini bertujuan untuk mempercepat penguatan pertahanan siber TNI secara profesional, responsif dan adaptif, mengingat perang siber bukan hanya tentang pertahanan militer, tetapi juga melibatkan aspek teknologi tinggi yang terus berkembang.

"TNI terus memperkuat pertahanan siber dalam menghadapi dinamika ancaman di era digital. Rekrutmen personel sipil sebagai prajurit siber merupakan langkah strategis untuk memperkaya sistem pertahanan siber nasional dengan sumber daya manusia yang memiliki keahlian khusus di bidang teknologi informasi, keamanan siber, dan kecerdasan buatan," kata Hariyanto di Jakarta, Senin, (3/2).

Baca Juga: Prajurit Taifib Marinir Ikuti Kaderisasi Pelatih untuk Pimpin Pasukan Satgas

Lebih lanjut ia menjelaskan keputusan ini tidak berarti TNI mengesampingkan SDM internal. TNI tetap mengembangkan dan meningkatkan kemampuan prajuritnya dalam bidang siber, baik melalui pendidikan, pelatihan, maupun penugasan khusus.

"Namun, di sisi lain, perkembangan teknologi yang pesat memerlukan kolaborasi dengan talenta-talenta terbaik, termasuk dari kalangan sipil yang memiliki kompetensi teknis mumpuni di bidang ini," kata Hariyanto.

Sebelumnya dalam Rapim TNI di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (31/1/2025), Panglima TNI mengungkapkan keinginan untuk merekrut warga sipil menjadi prajurit siber.

Menurut Agus, nantinya akan ada kurikulum khusus bagi warga sipil yang direkrut untuk menjadi tentara siber.

Baca Juga: Badan Keamanan Laut Indonesia dan India Bahas Perluasan Kerja Sama

"Karena dia sudah punya kemampuan khusus. Seperti siber itu kurikulumnya kita ubah, kita ubah yang mengarah kepada dia punya kejuruan siber tersebut, sehingga nanti pada saat dia dilantik dia punya kemampuan siber," katanya.

Tak hanya merekrut warga sipil dengan kemampuan siber, Agus mengatakan pihaknya juga tetap membuka rekrutmen perwira prajurit karier (PK). Menurutnya, pelatihan dan pendidikan bagi prajurit tersebut akan dibedakan dengan prajurit di akademi.

"Demikian juga dengan perwira PK, perwira PK kita banyakin yang spesialisasi, seperti dokter, psikologi, hukum, kita jadikan dan latihannya pun sebenarnya tidak seperti yang di akademi militer atau akademi laut dan udara," katanya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.