KSAU Ungkap Pentingnya Kesatuan Komando dan Interoperabilitas dalam Transformasi Sishanudnas

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menegaskan dua kunci utama dalam mewujudkan transformasi sistem pertahanan udara nasional (Sishanudnas), yakni kesatuan komando dan interoperabilitas.
"Sistem pertahanan udara nasional harus dibangun melalui pola transformasi yang tepat guna mewujudkan organisasi yang adaptif dengan dinamika ancaman," ungkap Fadjar dalam sambutannya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Sistem Pertahanan Udara Nasional tahun 2023 di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Senin (12/6).
Baca Juga: KSAL: Pentingnya Pembangunan Kapal Selam untuk Postur Kekuatan TNI AL
Sishanudnas yang efektif dan efisien juga mampu mewujudkan unity of command seluruh aset yang dimiliki oleh TNI AU dan interoperabilitas alutsista modern.

Selaras dengan hal tersebut, penyelenggaraan FGD ini sekaligus menjadi langkah konkret TNI AU untuk mewujudkan cita-cita bersama dalam membangun kemampuan pertahanan yang disegani di kawasan.
Baca Juga: Latma Sea Garuda 2023, Angkatan Laut Thailand Sambangi Marinir Karangpilang
Dikutip dari keterangan TNI AU dalam instagram @militer.udara, Selasa (13/6) disebutkan, FGD yang digelar selama dua hari ini dihadiri oleh ratusan peserta dengan mengusung tema "Strategi Transformasi dalam Mewujudkan Sistem Pertahanan Udara Nasional (Sishanudnas) yang Dapat Diandalkan".
Sementara itu, empat narasumber yang dihadirkan dalam FGD ini adalah Asops Kaskoopsudnas Marsma TNI Ian Fuady, Peneliti LAPAN dan BRIN M. Rokhis Khomarudin, Dankorsis Seskoau Kolonel Pnb Zulfikri Arif Purba, dan Letkor Kepala Teknik Telekomunikasi ITB Ian Josef Matheus Edward. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































