HANKAM

KSAU Ungkap Empat Faktor Keselamatan Penerbangan TNI AU

KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono usai menghadiri dan menjadi keynote speaker dalam acara seminar nasional TNI AU tentang keselamatan penerbangan dan kerja. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengungkap empat faktor yang perlu menjadi perhatian bagi keselamatan penerbangan TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Keempat faktor itu adalah profesionalisme penerbang dan kru; media; material; serta manajemen.

"Jadi perlu dipahami bahwa kejadian atau kecelakaan (accident) itu disebabkan oleh beberapa hal. Yang pertama adalah orangnya, bagaimana profesionalisme si pilot dan kru yang lain," kata Tonny usai menghadiri 'Seminar Keselamatan Penerbangan dan Kerja: Tantangan dan Peluang di Era Digital Menuju Generative Save Culture' yang digelar di Puri Ardhya Garini, Halim, Jakarta, Kamis (1/8).

Baca Juga: KSAD Sebut Pengamanan Perbatasan Tak Cukup Hanya Andalkan Alutsista

Sementara itu, membahas perihal faktor media, sejumlah hal yang disoroti Tonny adalah bagaimana kondisi cuaca, angin, serta hujan.

"Yang ketiga material, bagaimana pesawatnya dipelihara. Apakah pesawat dipelihara dengan baik atau tidak; jam terbang; dan spare part pesawat," kata Tonny.

Faktor terakhir adalah manajemen yang mengatur bagaimana para penerbang dan kru pesawat dididik; bagaimana lingkungan kerjanya; bagaimana seorang komandan memerintahkan personelnya untuk melaksanakan misi.

Tonny menyebut bahwa keempat faktor itu saling terkait dan apabila salah satunya dibaikan maka akan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Baca Juga: KKB Bunuh Sopir dan Bakar Truk yang Berpenumpang 13 Orang

TNI AU secara rutin selalu melakukan pantauan dan evaluasi terkait keselamatan penerbangan dan kerja di setiap satuan-satuannya.

Untuk itu, salah satu badan pelaksana pusat di tingkat Mabesau yakni Pusat Kelaikan Keselamatan Terbang dan Kerja TNI Angkatan Udara (Puslaiklambangjaau) memiliki program seperti seminar maupun safari 'Road to Zero Accident' untuk terus melihat implementasi SOP (Standard Operating Procedure) serta menyosialisasikan keselamatan penerbangan dan kerja di seluruh satuan TNI AU.

"Puslaiklambangjaau melaksanakan kunjungan ke satuan-satuan untuk melihat dan mengevaluasi satuan-satuan tersebut. Apakah mereka sudah melaksanakan prinsip-prinsip safety manajemen sistem dengan baik atau tidak," pungkas KSAU. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.