HANKAM

KSAU: TNI AU Siagakan Personel hingga Alutsista Bantu Penanganan Gempa NTT

Ilustrasi pesawat Hercules
Ilustrasi pesawat Hercules yang dimiliki TNI Angkatan Udara. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengungkap bahwa TNI Angkatan Udara (TNI AU) menyiagakan personel hingga alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk membantu penanganan bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Pada dasarnya, (TNI) Angkatan Udara menyiagakan semua kemampuan dan potensi yang ada untuk membantu, baik evakuasi maupun dorong logistik. Personel-personel kami, baik dari Pasgat maupun tenaga kesehatan semua sudah siap bergerak,” tegas Tonny di Terminal Selatan Lanud Halim Perdankusuma, Jakarta, Sabtu (15/8).

Baca Juga: KSAU Ungkap Atraksi Pesawat TNI AU di HUT RI, Bentuk Formasi 81 hingga Manuver Rafale

Dari sisi alutsista, Tonny menjelaskan, TNI AU tetap memiliki sejumlah pesawat yang dapat dikerahkan untuk mendukung penanganan bencana, meskipun sebagian pesawat tengah disiapkan untuk mendukung demo udara dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.

Menurut dia, sejumlah pesawat Hercules yang tidak terlibat dalam demo udara tetap disiagakan untuk mendukung operasi kemanusiaan apabila diperlukan.

“Saya sudah lapor ke Panglima TNI dan arahan beliau adalah segera membantu apa yang bisa kita bantu. Kita bergerak bersama dengan elemen bangsa lainnya seperti Basarnas dan BNPB. Semua matra, (TNI) Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, sudah mulai bergerak ke sana,” jelas KSAU.

M. Tonny Harjono
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Sementara itu, TNI dilaporkan mengerahkan sebanyak 1.267 personel untuk membantu penanganan gempa bumi di sejumlah wilayah terdampak. Selain itu, TNI juga mendukung pengoperasian posko serta dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8) dini hari. Berdasarkan hasil pemutakhiran analisis BMKG, episenter gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Baca Juga: Bantu Penanganan Gempa NTT, TNI Kerahkan 1.267 Personel dan Dirikan 21 Tenda Lapangan

Gempa tersebut berpotensi memicu tsunami sehingga BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk NTT dan Kepulauan Selayat, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan, data sementara korban meninggal akibat gempa bumi di NTT yakni sebanyak 43 orang yang tersebar di lima kabupaten.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.