KSAU Tinjau Latihan Terbang Malam Siswa Sekbang

Yogyakarta (IDM) - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo meninjau latihan terbang malam siswa Sekbang TNI AU A-99 dan Sekbang TNI A-7 di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Kamis (20/01). Fadjar meminta kepada instruktur dan siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) TNI AU yang sedang melaksanakan terbang malam, untuk selalu mengedepankan faktor keselamatan (safety) penerbangan.
"Perhatikan safety, karena merupakan faktor utama dalam operasional maupun latihan penerbangan, apalagi terbang malam dalam kondisi musim hujan seperti saat ini," pesan Fadjar.

Latihan terbang malam diikuti 41 orang instruktur penerbang, 23 orang siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) TNI AU A-99, dan 3 siswa Sekbang TNI A-7 menggunakan 9 pesawat KT-1B Wongbee.
Kehadiran orang pertama di Angkatan Udara ini disambut oleh Danlanud Adisutjipto Marsma TNI M. Yani Amirullah beserta pejabat jajarannya, Kamuspusdirla, Dansatrad 215 Congot, dan Dandenhanud 474 Paskhas.
Selain meninjau latihan terbang, Fadjar juga untuk menghadiri peringatan HUT ke-50 Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang dipusatkan di shelter bravo, Wingdikterbang Lanud Adisutjipto, pada Jumat (21/1/2022). (nhn)
Hankam

Begini Cara TNI AL Susun Strategi Tempur di Latihan Armada Jaya XLIV
Pangkoarmada II memimpin pematangan rencana operasi dalam geladi posko latihan puncak Armada Jaya XLIV di Surabaya, yang melibatkan 600 prajurit TNI AL untuk menguji kesiapan operasional lima komando tugas dan merespons ancaman perang modern.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































