KSAU Terima Laporan Kenaikan Pangkat 6 Pati TNI AU

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menerima laporan kenaikan pangkat 6 perwira tinggi (Pati) TNI Angkatan Udara (TNI AU) di Mabesau, Jakarta, Senin (25/9).
Dikutip dari Dispenau, keenam Pati tersebut adalah Marsda TNI Mohammad Yani Rudiansyah (Staf Ahli Menhan Bid. Sosial); Marsda TNI I G. Made Radar P. J. (Tenaga Ahli Pengajar Bid. Kepemimpinan Lemhannas), dan Marsma TNI Dwi Dedy Gunawan (Pati Sahli Kasau Bid. Strahan).
Baca Juga: Pushidrosal Bahas Perkembangan Standar Peta Navigasi Elektronik Bersama 27 Negara
Selanjutnya, terdapat nama Marsma TNI Suratmin (Pa Sahli Tk. II Indag Sahli Bid. Ekkudag Panglima TNI); Marsma TNI Wisnu Saputro (Kadisbintalidau); serta Marsma TNI Paulus Supriono (Pati Sahli Kasau Bid. Kersalem).

Kepada para Pati, KSAU mengucapkan selamat dan turut berbangga atas pencapaian tersebut.
Baca Juga: TNI AD dan Tentara Darat Diraja Brunei Gelar Latma Keris Satria-14
"Kalian diharapkan dapat menyumbang karya nyata untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi tugas organisasi," ungkap Fadjar.
Kenaikan pangkat keenam Pati TNI AU ini berdasarkan Keppres Nomor 77/TNI/Tahun 2023 tanggal 20 September 2023, menindaklanjuti korp raport berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin 1852/IX/2023 tanggal 20 September 2023. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































