HANKAM

KSAU Soroti Pentingnya Kesiapan Operasional dan Tempur Korpasgat di HUT ke-79

Prajurit Korpasgat
Prajurit Korpasgat mengikuti upacara peringatan HUT ke-79 Korpasgat di Mako Korpasgat, Lanud Sulaiman. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono memimpin upacara peringatan HUT ke-79 Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) di Markas Komando (Mako) Korpasgat, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/10).

Peringatan tahun ini mengusung tema “Korpasgat AMPUH Lahir untuk Mengabdi, Siap Bertempur, Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Baca Juga: TNI AD Kerahkan Kemampuan untuk Percepat Pemadaman Karhutla, Fokus ke Lahan Gambut

Dalam amanatnya, KSAU menyoroti sejumlah hal penting yang perlu menjadi perhatian Korpasgat. Pertama, Korpasgat harus mempercepat kesiapan operasional seluruh satuan tanpa menurunkan standar kesiapan tempur. Selaras dengan itu, kualitas sumber daya manusia juga harus terus ditingkatkan seiring dengan pertumbuhan organisasi serta penambahan jumlah prajurit.

Poin kedua yang disoroti KSAU yakni perihal peningkatan kapasitas pertempuran modern melalui penguasaan teknologi dan adaptasi terhadap perkembangan ancaman.

KSAU M. Tonny Harjono
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono memimpin upacara peringatan HUT ke-79 Korpasgat di Mako Korpasgat, Lanud Sulaiman. (Foto: Dok. Dispenau)

“Perkembangan ancaman, seperti penggunaan drone, sistem antidrone, peperangan siber, elektronika, dan taktik hibrida, menuntut prajurit memiliki literasi teknologi, inovasi, serta kelincahan taktis yang tinggi,” tegas KSAU dikutip dari siaran pers Dispenau, Minggu (18/10).

Baca Juga: Menhan Tinjau Yonif TP 930 Toda Tebi, Pasukan TNI AD Pertama di Kabupaten Sumba Tengah

Ketiga, Korpasgat juga dituntut siap menjalankan tugas dengan cakupan yang semakin luas, mulai dari operasi darat dan teritorial, pertahanan udara, hingga penindakan awal di titik-titik krisis. Untuk itu, Tonny menekankan pentingnya sinkronisasi taktis antarsatuan serta latihan yang keras dan realistis guna menjaga kesiapan menghadapi berbagai penugasan.

Terakhir, sebagai pasukan elite TNI AU, Korpasgat juga harus mampu menjaga integritas, soliditas, jiwa korsa, serta militansi tempur. “Seluruh prajurit harus menjaga soliditas satuan dan kebanggaan korps serta menjadikan Baret Jingga sebagai simbol profesionalisme dan kesiapan menuntaskan setiap penugasan,” pesan Tonny.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.