HANKAM

KSAU: Seluruh Aset TNI AU Dioptimalkan untuk Percepat Penyaluran Bantuan Korban Gempa NTT

KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono (kanan) meninjau Posko TNI AU Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi di Wilayah NTT yang berlokasi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menegaskan, TNI Angkatan Udara (TNI AU) akan mengoptimalkan seluruh aset yang dimiliki untuk mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal tersebut disampaikan Tonny saat meninjau Posko TNI AU Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi di Wilayah NTT yang berlokasi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (17/8). Dalam peninjauan tersebut, KSAU memastikan kesiapan posko, personel, serta dukungan operasional, termasuk pengerahan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Baca Juga: Bertolak ke NTT dengan Pesawat A400M, Menhan Sjafrie Bawa 20,9 Ton Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa

Untuk memperluas dukungan tersebut, Tonny juga menginstruksikan pangkalan TNI Angkatan Udara (lanud) di berbagai wilayah untuk dapat menerima bantuan yang dihimpun dari masyarakat. Bantuan-bantuan tersebut selanjutnya akan dikirim ke wilayah terdampak gempa di NTT.

“TNI Angkatan Udara terus mengoptimalkan dukungan dalam penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di NTT melalui pemanfaatan aset udara, jaringan lanud, serta koordinasi dengan satuan dan instansi terkait,” ungkap Tonny dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Selasa (18/8).

Posko TNI AU
Posko TNI AU Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi di Wilayah NTT yang berlokasi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. (Foto: Dok. Dispenau)

Pemanfaatan berbagai aset tersebut ditujukan untuk mempercepat penyaluran bantuan sekaligus memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak secara tepat sasaran. Meski demikian, Tonny menekankan bahwa percepatan distribusi tetap harus diimbangi dengan aspek keselamatan dalam setiap tahapan pelaksanaannya.

Baca Juga: Prajurit TNI Diminta Hormati Adat Istiadat dan Kearifan Lokal Papua

“Aspek keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap kegiatan pendistribusian bantuan, baik bagi personel maupun dalam pelaksanaan penerbangan,” pungkas Tonny.

Implementasi dukungan tersebut telah dilakukan TNI Angkatan Udara dengan mengerahkan sejumlah pesawat angkut, mulai dari C-130 Hercules, C-130J Super Hercules, hingga alutsista terbaru TNI AU yaitu A400M. Pesawat-pesawat tersebut digunakan untuk membawa puluhan ton bantuan bagi korban gempa yang dilakukan secara bertahap sejak Minggu (16/8) malam.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.